IMAN KEPADA
MALAIKAT
Sesungguhnya
beriman kepada malaikat adalah termasuk rukun diantara rukun-rukun iman. Maka
seorang mukmin tidaklah sempurna keimanannya hingga ia beriman kepada adanya
malaikat. Di antara dalil diperintahkannya kita untuk beriman kepada malaikat
adalah hadis yang dikenal dengan hadis Jibril
“Jibril berkata, “Maka
kabarkanlah aku tentang Iman !”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
menjawab,”Iman adalah engkau beriman kepada Allah, Malaikat-Nya,
kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, hari akhir dan engkau beriman kepada takdir
Allah yang baik ataupun yang buruk”.” [HR. Muslim no. 8]
Begitu pula Allah Subhanahu Wa
Ta’ala menjelaskan bahwa orang yang tidak beriman terhadap malaikat maka
dia berada dalam kesesatan yang jauh. Allah Ta’ala berfirman,
وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ
وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا
“Barangsiapa yang ingkar kepada Allah,
Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya dan hari akhir maka dia
sungguh telah sesat dengan kesesatan yang jauh”. [QS. An-Nisa’ 4 : 136]
Syaikh Abdurrahman As-Sa’di dalam tafsirnya mengatakan, “Dan
Ketahuilah, bahwasannya mengingkari salah satu dari hal-hal tersebut seperti mengingkari
seluruhnya, karena keterikatannya dan terhalangnya iman kepada sebagiannya
tanpa ada sebagian yang lainnya”. [Taysir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 278]
Setelah
mengetahui wajibnya beriman kepada Malaikat, maka kita juga harus mengetahui
dari apa malaikat diciptakan dan bagaimana sifat-sifatnya. Berikut
penjelasannya:
Dari Apa Malaikat Diciptakan ?
Para malaikat diciptakan oleh
Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari cahaya, sebagaimana hadis,
عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللهِ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " خُلِقَتِ الْمَلَائِكَةُ مِنْ نُورٍ،
وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ، وَخُلِقَ آدَمُ عَلَيْهِ السَّلَامُ
مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ "
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha beliau berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Malaikat itu
diciptakan dari cahaya dan jin itu diciptakan dari nyala api, sedangkan adam
‘alaihissalam diciptakan dari apa yang telah disifatkan kepada kalian
(tanah)”.” [HR. Muslim no. 2996]
Sifat-sifat Malaikat
Sifat-sifat malaikat terbagi
menjadi dua, sifat kholqiyah (fisik) dan sifat khuluqiyah (tabiat).
Sifat kholqiyah malaikat diantaranya adalah
tubuhnya besar, memiliki sayap dua, tiga, empat atau lebih. Sebagaimana Firman
Allah Ta’ala,
الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ
وَالْأَرْضِ جَاعِلِ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَثْنَى وَثُلَاثَ
وَرُبَاعَ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ
قَدِيرٌ
“Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang
menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam
urusan) yang mempunyai sayap masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat.
Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah
Maha Kuasa atas segala sesuatu.” [QS. Fathir 35 : 1]
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Aku telah diizinkan untuk mengabarkan tentang malaikat pemikul ‘arsy,
susungguhnya satu malaikat, jarak antara daun telinga sampai ke bahunya sejauh
perjalanan 700 tahun”. [HR Abu Daud no. 4701, dishahihkan oleh Al-Albani
dalam Shahih Sunan Abi Dawud no. 4727]
Malaikat
memiliki tubuh yang indah dan mulia, hal ini disebutkan
oleh Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya ketika menafsirkan (QS.
An-Najm 53 : 6)
وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: ذُو مَنْظَرٍ
حَسَنٍ.وَقَالَ قَتَادَةُ: ذُو خَلْق طَوِيلٍ حَسَنٍ
“Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata,
“(yang dimaksud Dzu mirratin adalah) yang memiliki penampilan yang
indah”. Dan Qatadah rahimahullah berkata, “(maksudnya adalah) memiliki
tubuh yang panjang dan bagus”. [Tafsir Ibnu Katsir, 4/291]
Adapun sifat khuluqiyah Malaikat
di antaranya adalah Kiram dan bararah, Allah berfirman
:
بِأَيْدِي
سَفَرَةٍ .كِرَامٍ
بَرَرَةٍ
“Ditangan
para utusan (malaikat), yang mulia lagi berbakti” [QS. Abasa 80 : 15-16]
Maksud
dari kiram dan bararah adalah Akhlak mereka dan perbuatan mereka
baik dan suci [Tafsir Muyassar, hal. 585].
Syaikh
As Sa’di berkata dalam tafsirnya, “Kiram adalah yang banyak kebaikan dan
berkahnya, bararah (adalah baik) hati dan amalnya”. [Taysir Al-Karim
Ar-Rahman, hal. 1160]
Malaikat memiliki sifat malu,
hal ini sebagaimana dalam sebuah hadis yang panjang Nabi Muhammad shallallahu
‘alaihi wasallan bersabda:
ألا أستحي من رجل تستحي منه الملائكة
“Tidakkah aku malu terhadap seseorang (Utsman bin Affan
radhiyallahu ‘anhu) yang malaikat pun malu terhadapnya” [HR. Muslim no. 2401]
Malaikat tidak disifati sebagai
laki-laki atau perempuan, Allah Tabaraka Wa Ta’ala berfirman:
“Dan
mereka menjadikan Malaikat-malaikat hamba-hamba (Allah) Yang Maha Pengasih itu
sebagai jenis perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan
(malaika-malaikat) itu ? Kelak akan dituliskan kesaksian mereka dan akan
dimintakan pertanggung jawaban”. [QS. Az Zukhruf 43 : 19]
Para malaikat tidak minum dan
tidak makan, sebagaimana firman Allah Ta’ala :
“Maka tatkala
dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya (makanan yang dihidangkan), Ibrahim
memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu
berkata, “Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah yang diutus kepada kaum
Luth.”
[QS Huud 11 : 70]
Para malaikat
senantiasa bertasbih kepada Allah, melaksanakan semua perintah-Nya, tidak
pernah bermaksiat dan memiliki rasa takut. Allah berfirman :
“Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada
henti-hentinya”. [QS al-Anbiya 21 : 20]
“Mereka tidak mendurhakai Allah
terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa
yang diperintahkan.” [QS. at-Tahrim 66 : 6)
“Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, para malaikat
karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya
kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah,
dan Dia-lah Tuhan yang maha keras siksa-Nya.” [QS. ar-Ra’du 13 : 13]
Meskipun disana
masih ada beberapa sifat-sifat Malaikat yang lain tapi itulah beberapa sifat
malaikat yang bisa kami sebutkan ditulisan yang singkat ini. Semoga dengan ini
semua kita bisa mengetahui lebih jauh tentang iman kepada malaikat dan bisa
meyakininya dengan keyakinan yang benar. Wallahu a’lam bish showab







0 komentar:
Post a Comment