Hadiah Terindah untuk Umat Manusia

Sesungguhnya ada suatu nikmat yang agung, yang Allah ‘Azza Wa Jalla berikan kepada orang-orang yang tertentu saja dan tidak memberikannya kepada selainnya...

Aliran-Aliran Pemikiran dalam Islam

Pada artikel ini kita akan membahas beberapa aliran atau firqoh yang ada didalam agama islam

Ketika Tokoh Syi'ah Indonesia Mencela Aisyah

Masih banyak orang yang meragukan kesesatan syiah, sampai berujung tuduhan "Wahabi" kepada setiap orang yang menjelaskan kesesatan syiah. Sampai orang yang mencela wahabi pun dituduh wahabi hanya karena menyampaikan kesesatan syiah.

Terbaru!!! Korban keganasan rokok!

Pada tanggal 11 Mei 2016 dunia Facebook kembali dikejutkan dengan berita jatuhnya korban keganasan rokok. Sebuah akun Facebook yang bernama “Alessandrini Vachel Sinclair” menceritakan sebuah musibah...

Kesesatan Arab Saudi

Arab Saudi yang dianggap sesat. Benarkah??

Thursday, 29 September 2016

Apakah Perintah Untuk Bertalbiyah Saat Ihram Adalah Perintah Untuk Melafazkan Niat ??



Mungkin di tengah-tengah kaum muslimin terdengar perkataan bahwa perintah untuk bertalbiyah adalah perintah untuk melafadzkan niat atau mengeraskan bacaan niat. Apakah benar  hal tersebut ? Pertanyaan tersebut dijawab oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin sebagai berikut :

Ketika orang yang bertalbiyah mengucapkan "labbaikallahumma umratan", " labbaikallahumma hajjan" atau "labbaikallahumma umratan wa hajjan". Bukankah ini termasuk melafazkan niat ?

Jawaban 

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin mengatakan, 
"ini bukankah termasuk melafazkan niat, karena hal ini adalah perintah menampakkan syariat nusuk. Oleh karena itu sebagian ulama mengatakan, " Sesungguhnya talbiyah pada nusuk, kedudukannya sama seperti takbiratul ihram pada shalat". Apabila seseorang tidak mengucapkan talbiyah, maka tidak sah ihramnya. Begitu juga apabila seseorang tidak melakukan takbiratul ihram, maka shalatnya tidak sah. Oleh karena itu, bukanlah merupakan sunnah apa yang dikatakan oleh sebagian orang ketika nusuk, mereka malafadzkan niat "Allahumma inni uridu nusukal umrah aw uridul haj fayassirhu lii" (Ya Allah aku ingin melaksanakan nusuk untuk umrah atau aku ingin haji maka mudahkanlah untukku). Karena dzikir untuk niat adalah perkara yang membutuhkan dalil dan tidak ada dalil dalam perkara ini. 

Maka orang yang mengucapkan niat dengan lafadz tersebut harus diingkari, akan tetapi dengan lemah lembut. Seperti dengan mengucapkan ,"wahai saudaraku, sesungguhnya lafadz niat ini tidaklah pernah diucapkan oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam dan para sahabatnya, maka tinggalkan lah".


Sumber : Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, Syarah Al Arba'in An Nawawi ('Unaizah : Dar Tsuraya, 2004) hal 15.

Saturday, 24 September 2016

Cara Memasukkan File Microsoft Word, PDF atau PPT ke Postingan Blog

Setelah saya pulang dari PPL semester ini (semester 7), saya punya keinginan untuk mulai berbagi perangkat-perangkat pembelajaran hasil dari tugas di PPL kepada para guru atau calon guru. Saya mulai ingin menyebarkan perangkat-perangkat tersebut melalui blog ini. Tapi akhirnya mulai bingung kepikiran, bagaimana ya caranya untuk menampilkan data dari word, PDF atau PPT ke blog. Setelah bertanya kepada mbah gugel akhirnya saya menemukan cara yang pas dan mudah untuk menampilkan tulisan word, PDF atau PPT ke blog. Maka postingan tersebut saya repost untuk pembaca sekalian dan untuk arsip pribadi saya. Berikut ini caranya, silahkan dicoba !

Cara Yang Mudah Untuk Memasukkan File Microsoft Word, PDF atau PPT ke Postingan Blog

cara memasukkan file microsoft word, pdf atau ppt ke postingan blog :
1.      Buat akun di www.scribd.com
2.      Upload file






Cara Memasukkan File Microsoft Word, PDF atau PPT ke Postingan Blog 1

3.      Lengkapi data-datanya seperti judul, deskripsi, tag dan lain-lain (lebih baik diisi dari pada kosong).
4.      Save & Continue
5.      Copy kode embednya


6.      Ketika membuat postingan, klik HTML (di sebelahnya Compose) lalu paste ditempat yanganda inginkan
7.      Publish

Sumber : https://www.scribd.com/doc/226109037/Cara-Memasukkan-File-Microsoft-Word-Dalam-Blogger


Friday, 23 September 2016

دروس الحديث جني الثمار شرح صحيح الأذكار من دورة الكتاب الواحد في اليوم الواحد





🎁 هذه روابط  جميع دروس الحديث *جني الثمار شرح صحيح الأذكار* من دورة *الكتاب الواحد في اليوم الواحد* عبر برنامجي الواتس آب والتليجرام *Mp3*:

📝الدرس الأول [جني الثمار شرح صحيح الأذكار]
📝الدرس الثاني [جني الثمار شرح صحيح الأذكار]
📝الدرس الثالث [جني الثمار شرح صحيح الأذكار]
📝الدرس الرابع [جني الثمار شرح صحيح الأذكار]
📝الدرس الخامس [جني الثمار شرح صحيح الأذكار]
📝الدرس السادس  [جني الثمار شرح صحيح الأذكار]
📝الدرس السابع  [جني الثمار شرح صحيح الأذكار]
📦 http://cutt.us/Cl6o
📝الدرس الثامن  [جني الثمار شرح صحيح الأذكار]
📝الدرس التاسع  [جني الثمار شرح صحيح الأذكار]
📝الدرس العاشرة  [جني الثمار شرح صحيح الأذكار]
📝الدرس الحادي عشر [جني الثمار شرح صحيح الأذكار]
📝الدرس الثاني عشر  [جني الثمار شرح صحيح الأذكار]
==================
🎁 لا تجعلها تقف عندك... فالدال على الخير كفاعله...
👍🏻 *انشر هذه المقاطع*؛ لعلها تكون سببا في دخولك الجنة..
==================
👈🏻 *للاشتراك في الدورة*: 
1⃣ سجل رقم جوال:
☎️ *00201100627035*
2⃣ ثم أرسل إليه عبر برنامج الواتس آب كلمة: *دورة الكتاب الواحد في اليوم الواحد*. 

♤♤♤♤♤♤♤♤
💰 *انشرها؛ لعلها تكون صدقة جارية يصلك ثوابها بعد مماتك*. 
🌹🌷🌹🌷🌹🌷

Sunday, 18 September 2016

Televisi Iran Tayangkan Film Iran Akan Memerangi Arab Saudi dan Merebut Mekah

Setelah melihat sikap Arab Saudi kepada warga Iran di http://www.al-mudarris.com/2016/09/benarkah-saudi-menghalangi-iran-untuk.html , sekarang mari kita lihat bagaimana sikap Iran kepada Arab Saudi ketika televisi Iran Menayangkan Film Dengan Judul Saif Persia (Pedang Persia) Dimana Mereka Menunggu Instruksi Untuk Memerangi Arab Saudi dan Mengimpikan Makkah Menjadi Ibu Kota Iran. Simak Videonya di bawah ini









Saturday, 17 September 2016

Benarkah Saudi Menghalangi Iran Untuk Berhaji Tahun Ini ??


Oleh : Muhammad Danu Kurniadi

       Akhir-akhir ini berita tentang dilarangnya jamaah haji Iran untuk berhaji menjadi viral di dunia maya dan nyata. Banyak pihak mencela Arab Saudi karena kejadian tersebut, namun benarkah tragedi itu karena kesalahan Arab Saudi ?? Simak klarifikasi dari Menlu Arab Saudi Adel Al Jubair.









Masih mencela Arab Saudi atas kesalahan Iran sendiri ?? cerdaslah dalam berfikir

Thursday, 15 September 2016

3 MATA YANG SELAMAT DARI NERAKA




Oleh : Muhammad Danu Kurniadi

3 MATA YANG SELAMAT DARI NERAKA[1]
                Neraka adalah tempat kembali yang sangat mengerikan bagi orang-orang yang beriman, oleh karena itu tidak ada seorang pun ingin kembali ke Neraka setelah kematiannya. Sehingga Kita bisa mengetahui bahwa nikmat paling besar yang Allah anugerahkan kepada seorang hamba adalah nikmat diselamatkannya dari siksa api neraka. Berikut adalah mata-mata yang selamat dari api neraka
عن معاوية بن حيدة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ثلاثة لا ترى أعينهم النار يوم القيامة : عين بكت من خشية الله، و عين حرست في سبيل الله و عين غضت عن محارم الله
Dari Muawiyah bin Haydah radhiyallahu ‘anhu bahwasannya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ada 3 mata yang tidak akan melihat api neraka pada hari kiamat : Mata yang menangis karena takut kepada Allah, mata yang berjaga di jalan Allah, dan mata tertunduk dari apa-apa yang diharamkan Allah”. [HR. Thobroni no. 1003, dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 2673 dan Shahih Targhib wa Tarhib no. 1231]
Dari hadis diatas kita mengetahui bahwa 3 model mata yang dapat selamat dari  dari adzab neraka adalah:

1.       Mata yang Menangis Karena Takut Kepada Allah
Sesungguhnya takut kepada Allah adalah sesuatu yang harus ada pada diri seorang yang beriman,  bahkan Allah mengaitkan antara ketakutan kepada Allah dengan keimanan seorang hamba dan menjadi tanda bagi orang yang beriman. Allah berfirman:
فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
“Maka janganlah kalian takut kepada mereka, dan takutlah-Ku jika kalian beriman”. [QS. Ali Imron 3 : 175]

Namun banyak orang mengira bahwasannya perintah takut kepada Allah hanya untuk orang yang sering berbuat maksiat, padahal itu adalah anggapan yang salah. Bahkan para Nabi adalah orang yang paling takut kepada Allah, begitu juga para sahabat dan para ulama. Oleh karena itu Allah berfirman:
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
“Sesungguhnya yang paling takut kepada Allah diantara para hambanya adalah Ulama” [QS. Fathir 35 : 28]

Diantara gambaran takut yang harus ada pada jiwa seorang mukmin adalah sebagaimana kisah di hadis berikut ini
“Dari Abdullah radhiyallahu ‘anhu berkata, bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “Bacakan kepadaku al Qur’an”. Maka aku berkata, “bagaimana aku membacakan al Qur’an kepadamu sementara al Qur’an diturunkan kepadamu ?”. Beliau menjawab, “Sesungguhnya aku suka jika ada orang lain membacakan al Qur’an kepadaku”. Maka aku membaca surat An Nisa’ hingga ayat “Maka bagaimana (halnya orang  kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (QS. An-Nisa 4 : 41) maka beliau berkata, “cukuplah, cukup”. Maka aku melilhat kedua mata beliau meneteskan air mata. [HR.  Bukhori no. 5055 dan Muslim no. 800]
Sesungguhnya Allah adalah Rabb yang Maha Kuasa, yang Mengadzab hamba-hamba-Nya yang bermaksiat dan yang Merahmati hamba-hamba-Nya yang taat. Kita sebagai seorang hamba yang senantiasa berbuat dosa, sepatutnya untuk takut dan tidak merasa aman dari adzab Allah. Maka betapa keras hati seorang hamba yang senantiasa diberi nikmat oleh Allah, namun dia mengkufurinya dengan melakukan berbagai macam maksiat.


2.         Mata yang Berjaga Di Jalan Allah
Sesungguhnya membela negara dari ancaman musuh adalah suatu hal yang wajib, baik musuh dari dalam atau musuh dari luar maka hal tersebut tetap wajib. Menjaga negara dari ancaman musuh adalah termasuk jihad di jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala bagi yang mengerjakannya hanya mengharap Wajah Allah dan mengharap pahala dari-Nya.
Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mencintai hal ini sebagaimana sabdanya yang diriwayatkan oleh sahabat Sahl bin Sa’ad As-Sa’idiy rdhiyallahu anhu :
رباط يوم في سبيل الله خير من الدنيا و ما عليها
“Berjaga-jaga (di jalan Allah) sehari lebih dari baik pada dunia seisinya” [HR. Bukhori no. 2892]
dan dalam riwayat lain dari sahabat Salman radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

رباط يوم و ليلة خير من صيام شهر و قيامه، و إن مات جرى عليه عملُه الذي كان يعمله، و أُجْرِيَ عليه رزقُه
“Berjaga-jaga (di jalan Allah) siang dan malam lebih baik dari berpuasa sehari dan melaksanakan shalat malam didalamnya. Karena jika dia meninggal amalnya akan terus mengalir dan rezekinya akan tetap berjalan” [HR. Muslim no. 1913]


3.         Mata yang Terhindar Dari Keharaman
Sesungguhnya menjaga kemaluan adalah sesuatu yang diharuskan bagi setiap muslim, dan menjaga kemaluan tersebut tidak akan tercapai tanpa adanya Ghadul bashar (menundukkan pandangan dari sesuatu yang haram). Oleh karena itu Allah Tabaraka Wa Ta’ala berfirman kepada orang-orang yang beriman,
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ  وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: ‘Hendaklah merek menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah  Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat’. Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.......” [QS. An Nuur 24 : 31]
             Pandangan mata adalah salah satu panah iblis untuk menjerumuskan manusia kedalam jurang kemaksiatan. Apabila seseorang melihat kepada sesuatu yang diharamkan oleh Allah, maka dia akan menjadi lemah dan terjatuh kedalam dosa, hal itu terjadi karena syaitan lah yang menghiasi pandangan tersebut sehingga hal-hal yang haram tampak begitu indah.
Maka dari itu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
كتب على ابن آدم نصيبه من الزنا، مدرك ذلك لا محالة، فالعينان زناهما النظر.....
“Telah ditulis bagi anak adam setiap bagiannya dari zina, pasti dia akan melakukannya. Kedua mata zinanya adalah memandang.....” [HR. Bukhori no. 6343 dan Muslim no. 2657]
Itulah tiga mata yang akan selamat dari adzab neraka pada hari akhir nanti, semoga kita termasuk diantara orang-orang yang memiliki mata-mata yang bisa selamat dari adzab Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Wallahu Ta’ala A’lam



Sunday, 11 September 2016

نشأة علم الفقه (2)





نشأة علم الفقه (2)

ذكرت في المقالة السابقة الفقه في عهد النبي صلى الله عليه وسلم والصحابة (في المقالة الأولى اضغط هنا). ففي هذا اللقاء أذكر لكم الفقه في عهد التابعين وبعد عهد التابعين.

نشأة علم الفقه (1)


 
نشأة علم الفقه (1)
في هذه المقالة القصيرة أريد أن أنقل لكم ما تيسر لي نقله من المعلومات الفقهية خاصة عما يتعلق بنشأة علم الفقه. وأخذت هذه المقالة من كتاب "صحيح فقه السنة" لأبي مالك كمال بن سيد سالم. نقلت في هذه المرة عن الفقه في عهد النبي صلى الله عليه وسلم والصحابة. ونواصل البحث في المقالة القادمة إن شاء الله عن الفقه في عهد التابعين وما بعده. وأرجو أن تكون نافعة لجميع المسلمين.

[الفقه في عهد النبي صلى الله عليه وسلم]
اعلم أن رسول الله صلى الله عليه وسلم لم يكن الفقه في زمانه الشريف مدونًّا، ولم يكن البحث في الأحكام يومئذ مثل بحث هؤلاء الفقهاء، حيث يبينون بأقصى جهدهم الأركان والشروط والآداب، كل شيء ممتازًا عن الأخر بدليله، ويفرضون الصور من صنائعهم، ويتكلمون على تلك الصور المفروضة، ويحدون ما يقبل الحد، ويحرصون ما يقبل الحصر، إلى غير ذلك وإنما كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يتوضأ فيرى الصحابة وضوءه فيأخذون به من غير أن يبين: هذا ركن وذلك أدب، وكان يصلي فيرون صلاته، فيصلون كما رأوه يصلى، وحج فرمق الناس حجَّه، ففعلوا كما فعل.
وهذا كان غالب حاله صلى الله عليه وسلم، ولم يبين أن فروض الوضوء ستة أو أربعة، ولم يفرض أنه يحتمل أن يتوضأ إنسان بغير موالاة حتى يحكم عليه بالصحة أو الفساد، إلا ما شاء الله، وقلما كانوا يسألونه عن هذه الأشياء.
وكان صلى الله عليه وسلم يستفتيه الناس في الوقائع فيفتيهم، وترفع إليه القضايا فيقضى فيها، ويرى الناس يفعلون معروفًا فيمدحه، أو منكرًا فينكر عليهم، وما كل ما أفتى به مستفتيًا عنه وقضى به في قضية أو أنكره على فاعله كان في الاجتماعات، فرأى كل صحابي ما يسَّره الله له من عباداته وفتاواه وأقضيته، فحفظها وعقلها، وعرف لكل شيء وجهًا من قبل حفوف القرائن به، فحمل بعضها على الإباحة، وبعضها على الاستحباب، وبعضها على النسخ لأمارات وقرائن كانت كافية عنده. ولم يكن العمدة عندهم إلا وجدان الاطمئنان والثلج، من غير التفات إلى طرق الاستدلال، فانقضى عصره صلى الله عليه وسلم وهم على ذلك.

[عهد الصحابة رضي الله عنهم]
ثم إنهم تفرقوا في البلاد، وصار كل واحد مقتدى ناحية من النواحي، فكثرت الوقائع، ودارت المسائل، فاستفتوا فيها، فأجاب كل واحد حسب ما حفظه أو استنبطه، وإن لم يجد فيما حفظه أو استنبطه ما يصلح للجواب، اجتهد برأيه وعرف العلة التي أدار سول الله صلى الله عليه وسلم عليها الحكم في منصوصاته، فطرد الحكم حيثما وجدها، لا يألو جهدًا في موافقة غرضه صلى الله عليه وسلم.
[أسباب اختلاف الصحابة وصوره]
فعندئذ وقع الاختلاف بينهم على ضروب منها:
1 - أن يسمع صحابي حكمًا في قضية أو فتوى، ولم يسمعه الآخر، فيجتهد برأيه في ذلك، ويكون هذا على وجوه:
(أ) أن يقع اجتهاده موافقًا للحديث، ومثاله: ما جاء عن ابن مسعود أنه سئل عن امرأة مات عنها زوجها ولم يفرض لها، فقال: لم أر رسول الله صلى الله عليه وسلم يقضى في ذلك، فاختلفوا عليه شهرًا وألحوا، فاجتهد برأيه، وقضي بأن لها مهر نسائها: لا وَكَسَ ولا شطط، وعليها العدة، ولها الميراث، فقام معقل بن يسار فشهد بأنه صلى الله عليه وسلم قضى بمثل ذلك في امرأة منهم، ففرح بذلك ابن مسعود فرحة لم يفرح مثلها قط بعد الإسلام.
(ب) أن يقع بينهما المناظرة، ويظهر الحديث بالوجه الذي يقع به غالب الظن فيرجع عن اجتهاده إلى المسموع، ومثاله: أن أبا هريرة كان من مذهبه أنه من أصبح جنبًا فلا صوم له، حتى أخبرته بعض أزواج النبى صلى الله عليه وسلم بخلاف مذهبه فرجع.
(جـ) أن يبلغه الحديث لكن لا على الوجه الذي يقع به غالب الظن، فلم يترك اجتهاده بل طعن في الحديث، ومثاله: أن فاطمة بنت قيس رضي الله عنها شهدت عند عمر بن الخطاب بأنها كانت مطلقة ثلاثًا، فلم يجعل لها رسول الله صلى الله عليه وسلم نفقة ولا سكنى، فردَّ شهادتها وقال: لا نترك كتاب الله بقول امرأة ندري أصدقت أم كذبت. وقالت عائشة: يا فاطمة اتقي الله! تعني في قولها: لا سكنى ولا نفقة.
(ر) أن لا يصل إليه الحديث أصلاً، ومثاله: أن ابن عَمْرو وكان يأمر النساء إذا اغتسلن أن ينقضن رؤوسهن، فسمعت عائشة رضي الله عنها بذلك فقالت: يا عجبًا لابن عمرو هذا، يأمر النساء أن ينقضن رؤوسهن، أفلا يأمرهن أن يحلقن رؤوسهن؟! فقد كنت أغتسل أنا ورسول الله صلى الله عليه وسلم من إناء واحد، وما أزيد على أن أفرغ على رأسي ثلاث إفراغات.
2 - أن يروا رسول الله صلى الله عليه وسلم فعل فعلاً، فيحمله بعضهم على القربة وبعضهم على الإباحة:
ومثاله: أنهم رأوا النبي صلى الله عليه وسلم يرمل في الطواف، فذهب جمهورهم إلى أن الرمل في الطواف سنة، وحمله ابن عباس على أنه إنما فعله صلى الله عليه وسلم على سبيل الاتفاق لعارض عرض- وهو قول المشركين: حطمتهم حمى يثرب- وليس سنة.
3 - اختلاف الوهم: ومثاله أن رسول الله صلى الله عليه وسلم حجَّ فرآه الناس، فذهب بعضهم إلى أنه كان متمتعًا، وبعضهم إلى أنه كان قارنًا، وبعضهم إلى أنه كان مفردًا.
4 - اختلاف السهو والنسيان: ومثاله ما رُوي: أن ابن عمر كان يقول: أعتمر رسول الله صلى الله عليه وسلم عمرة في رجب، فسمعت عائشة بذلك فقضت عليه بالسهو.
5 - اختلاف الضبط: ومثاله أن ابن عمر روى عن النبي صلى الله عليه وسلم: «إن الميت يعذب ببكاء أهله عليه» فقضت عائشة عليه بأنه وهم بأخذ الحديث على وجه: مرَّ رسول الله صلى الله عليه وسلم على يهودية يبكى عليها أهلها فقال: إنهم يبكون عليها وإنها تعذب في قبرها، فظن أن العذاب معلول للبكاء، وظن الحكم عامًا على كل ميت.
6 - الاختلاف في علة الحكم: مثاله: القيام للجنازة فقال قائل: لتعظيم الملائكة فيعم المؤمن والكافر، وقال قائل: لهول الموت فيعمهما، وقال قائل: مر رسول الله صلى الله عليه وسلم بجنازة يهودي فقام لها كراهة أن تعلو فوق رأسه، فيخص بالكافر.
7 - الاختلاف في الجمع بين المختلفين: ومثاله: نهى رسول الله صلى الله عليه وسلم عن استقبال القبلة في قضاء الحاجة فذهب قوم إلى عموم هذا الحكم وأنه غير منسوخ، ورآه جابر يبول قبل أن يتوفى بعام مستقبل القبلة فذهب إلى أنه نسخ للنهى المتقدم، ورآه ابن عمر قضى حاجته مستدبر القبلة فرَّد به قولهم إلى غير ذلك.


المقالة الثانية اضغط هنا

Allah Tidak Mampu Berbuat Dzalim



Oleh : Muhammad Danu Kurniadi

Perkataan “Allah tidak mampu berbuat dzalim”.

Ada sebuah perkataan yang ada di masyarakat, yaitu “Allah tidak mampu berbuat dzalim”. Perkataan seperti ini atau yang semisalnya adalah salah satu contoh perkataan yang penuh kerancuan di dalamnya. Karena Allah ketika menafikan sifat kedzaliman dari diri-Nya, bukan berarti bahwa Allah tidak bisa berbuat dzalim. Padahal justru karena Allah mampu dan sanggup berbuat dzalim dan karena kesempurnaan keadilan-Nya, Allah tidak mau berbuat dzalim. Begitulah yang dijelaskan oleh para ulama, bahwa Allah sanggup untuk berbuat dzalim, akan tetapi karena kesempurnaan keadilan-Nya Allah  tidak mau berbuat dzalim.
Jika kita memperhatikan kata-kata “Allah tidak mempu berbuat dzalim”, seandainya benar bahwa Allah secara Dzat-Nya tidak mampu berbuat dzalim, kemudian Dia menafikan sifat kedzaliman dari diri-Nya, maka ini menunjukkan sifat lemah bagi Allah, Naudzu billah min dzalik. Bagaimana mungkin Allah menafikan suatu sifat yang tidak Dia miliki ? Sebagai contohnya adalah perkataan, “Tembok ini tidak mampu berbuat dzalim”, karena apa ? karena memang tembok tidak akan mungkin berbuat dzalim dan tidak memiliki sifat dzalim. Ini bukan sifat kesempurnaan dan bukan sifat pujian, justru ini adalah sifat kelemahan.
Maka perkataan seperti itu jika dinisbatkan kepada Allah merupakan perkataan yang salah walaupun mungkin niat orang yang mengucapkannya baik. Menurut para ulama, bahwasannya ahlusunnah wal jamaah berkeyakinan bahwa Allah mampu berbuat dzalim, akan tetapi karena kesempurnaan sifat keadilannya Allah tidak berbuat dzalim, sebagaimana firman-Nya:
وَمَا أَنَا بِظَلَّامٍ لِلعَبِيْد
Dan Aku sekali-kali tidak mendzalimi hamba-hamba-Ku” (QS. Qaf : 29)

Hal itu karena Allah adalah Dzat Yang Maha Adil, bukan karena Allah tidak mampu untuk berbuat dzalim. Itulah di antara perkataan rancu yang seharusnya diluruskan dan dijauhi oleh setiap muslim, wallahu ta’ala a’lam.

Saturday, 3 September 2016

ALIRAN-ALIRAN PEMIKIRAN DALAM ISLAM



Oleh : Muhammad Danu Kurniadi
      Pada artikel ini kita akan membahas beberapa aliran atau firqoh yang ada didalam agama islam. Yang maksudnya adalah semua aliran atau pemikiran yang mengaku atau mengatasnamakan islam walaupun memiliki penyimpangan dalam pemikirannya dari ajaran-ajaran islam yang sesungguhnya. Diantaranya adalah:

Friday, 2 September 2016

Cara Penyusunan RPP



Berikut adalah file power point pada sebuah seminar tentang penyusunan RPP untuk kurikulum K13. Silahkan membaca, semoga bermanfaat.