Sunday, 11 September 2016

Allah Tidak Mampu Berbuat Dzalim



Oleh : Muhammad Danu Kurniadi

Perkataan “Allah tidak mampu berbuat dzalim”.

Ada sebuah perkataan yang ada di masyarakat, yaitu “Allah tidak mampu berbuat dzalim”. Perkataan seperti ini atau yang semisalnya adalah salah satu contoh perkataan yang penuh kerancuan di dalamnya. Karena Allah ketika menafikan sifat kedzaliman dari diri-Nya, bukan berarti bahwa Allah tidak bisa berbuat dzalim. Padahal justru karena Allah mampu dan sanggup berbuat dzalim dan karena kesempurnaan keadilan-Nya, Allah tidak mau berbuat dzalim. Begitulah yang dijelaskan oleh para ulama, bahwa Allah sanggup untuk berbuat dzalim, akan tetapi karena kesempurnaan keadilan-Nya Allah  tidak mau berbuat dzalim.
Jika kita memperhatikan kata-kata “Allah tidak mempu berbuat dzalim”, seandainya benar bahwa Allah secara Dzat-Nya tidak mampu berbuat dzalim, kemudian Dia menafikan sifat kedzaliman dari diri-Nya, maka ini menunjukkan sifat lemah bagi Allah, Naudzu billah min dzalik. Bagaimana mungkin Allah menafikan suatu sifat yang tidak Dia miliki ? Sebagai contohnya adalah perkataan, “Tembok ini tidak mampu berbuat dzalim”, karena apa ? karena memang tembok tidak akan mungkin berbuat dzalim dan tidak memiliki sifat dzalim. Ini bukan sifat kesempurnaan dan bukan sifat pujian, justru ini adalah sifat kelemahan.
Maka perkataan seperti itu jika dinisbatkan kepada Allah merupakan perkataan yang salah walaupun mungkin niat orang yang mengucapkannya baik. Menurut para ulama, bahwasannya ahlusunnah wal jamaah berkeyakinan bahwa Allah mampu berbuat dzalim, akan tetapi karena kesempurnaan sifat keadilannya Allah tidak berbuat dzalim, sebagaimana firman-Nya:
وَمَا أَنَا بِظَلَّامٍ لِلعَبِيْد
Dan Aku sekali-kali tidak mendzalimi hamba-hamba-Ku” (QS. Qaf : 29)

Hal itu karena Allah adalah Dzat Yang Maha Adil, bukan karena Allah tidak mampu untuk berbuat dzalim. Itulah di antara perkataan rancu yang seharusnya diluruskan dan dijauhi oleh setiap muslim, wallahu ta’ala a’lam.

0 komentar:

Post a Comment