Kondisi Makam Ibnu Hajar Al-Asqalani Memprihatinkan
Solo, NU Online
Siapa tidak mengenal Syaikh Ibnu Hajar Al-Asqalani? Ulama asal daerah Asqolan ini begitu besar jasanya bagi perkembangan
keilmuan Islam, khususnya di bidang ilmu Hadist, melalui beberapa karyanya, antara lain
kitab Fathul Bari, Bulughul Maram dan lainnya. Namun, baru-baru ini terdengar kabar memprihatinkan yang datang dari Mesir,
tempat Ibnu Hajar dimakamkan. Diberitakan, kondisi makam penulis kitab Al-Isabah fi Tamyizis Shahabah , ensiklopedi para sahabat, ini dalam kondisi rusak tak terawat.
Menurut penuturan Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Agus Maftuh, yang kini tengah
berada di Kairo, kondisi atap makam Syaikh Ibnu Hajar sudah hancur dan di luar makam banyak dipenuhi kotoran hewan.
“Sedih dan trenyuh ketika melihat
peristirahatan terakhir (Ibnu Hajar) yang hampir runtuh. Tahun 2005 ketika saya ziarah kondisinya masih bagus, tapi sekarang atapnya
sudah hancur dan di depan pintu penuh kotoran hewan karena dijadikan pasar hewan,”
ungkap Agus Maftuh dalam akun facebook-nya,
Jumat (22/8).
Menurut Agus, kondisi ini diperparah dengan ulah yang dilakukan oleh beberapa oknum yang meletakkan tumpukan tanah di depan pintu
makam. “Tumpukan tanah, sengaja
ditempatkan di depan pintu agar orang tidak meziarahi ulama besar ini karena Wahabi menganggapnya ‘ulama sesat’ dan makamnya
pernah akan mereka hancurkan,” terang Agus.
Penulis pengantar dalam buku Islam
Kosmopolitan karya KH Abdurrahman Wahid
(Gus Dur) itu menambahkan, saat ini kota asal Ibnu Hajar, Asqolan atau Asqelon yang kini masuk wilayah Israel, tengah diliput banyak
media Internasional. “Semoga barokahe Ibnu Hajar, para kaum Yahudi, Islam, dan Kristen
dapat rukun,” pungkasnya. (Ajie Najmuddin/
Mahbib)
=============================
Itulah berita yang tertulis di situs www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,45-id,53970-lang,id-c,internasional-t,Kondisi+Makam+Ibnu+Hajar+Al+Asqalani+Memprihatinkan-.phpx dan kita akan mengungkap kedustaan dan beberapa kesalahan pada artikel tersebut.
1. Sejak kapan wahabi menganggap al hafidz Ibnu Hajar al asqolani rahimahullah sesat? Padahal dikajian kajian wahabi banyak sekali menggunakan kitab-kitab beliau, memuji beliau dengan gelar al hafidz, mendoakan beliau rahimahullah, kitab-kitab beliau banyak dicetak oleh penerbit-penerbit wahabi dalam dan luar negeri. Dusta bukan?
2. Jika ada beberapa wahabi mengotori makam beliau, lantas dimanakah kalian? Dimanakah ulama-ulama kalian yang biasa menjadikan kuburan menjadi istana? Apakah wahabi berkuasa di Mesir sehingga bisa dijadikan kambing hitam?
3. Sejak kapan bangunan kuburan itu permanen dan tidak boleh dibongkar sama sekali? Telah ma'ruf bahwa makam yang telah kosong boleh dibongkar dan di isi jenazah lain. Apakah haram?
4. Sejak kapan bahwa pemuliaan terhadap ulama itu dengan membangun istana-istana dikuburan mereka?
Itulah beberapa kesalahan dan dusta pada artikel didalam situs tersebut. Untuk menutupi kesalahan tersebut mungkin saja di edit atau dihapus oleh admin situa tersebut. Biasa. Wallahu a'lam
Solo, NU Online
Siapa tidak mengenal Syaikh Ibnu Hajar Al-Asqalani? Ulama asal daerah Asqolan ini begitu besar jasanya bagi perkembangan
keilmuan Islam, khususnya di bidang ilmu Hadist, melalui beberapa karyanya, antara lain
kitab Fathul Bari, Bulughul Maram dan lainnya. Namun, baru-baru ini terdengar kabar memprihatinkan yang datang dari Mesir,
tempat Ibnu Hajar dimakamkan. Diberitakan, kondisi makam penulis kitab Al-Isabah fi Tamyizis Shahabah , ensiklopedi para sahabat, ini dalam kondisi rusak tak terawat.
Menurut penuturan Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Agus Maftuh, yang kini tengah
berada di Kairo, kondisi atap makam Syaikh Ibnu Hajar sudah hancur dan di luar makam banyak dipenuhi kotoran hewan.
“Sedih dan trenyuh ketika melihat
peristirahatan terakhir (Ibnu Hajar) yang hampir runtuh. Tahun 2005 ketika saya ziarah kondisinya masih bagus, tapi sekarang atapnya
sudah hancur dan di depan pintu penuh kotoran hewan karena dijadikan pasar hewan,”
ungkap Agus Maftuh dalam akun facebook-nya,
Jumat (22/8).
Menurut Agus, kondisi ini diperparah dengan ulah yang dilakukan oleh beberapa oknum yang meletakkan tumpukan tanah di depan pintu
makam. “Tumpukan tanah, sengaja
ditempatkan di depan pintu agar orang tidak meziarahi ulama besar ini karena Wahabi menganggapnya ‘ulama sesat’ dan makamnya
pernah akan mereka hancurkan,” terang Agus.
Penulis pengantar dalam buku Islam
Kosmopolitan karya KH Abdurrahman Wahid
(Gus Dur) itu menambahkan, saat ini kota asal Ibnu Hajar, Asqolan atau Asqelon yang kini masuk wilayah Israel, tengah diliput banyak
media Internasional. “Semoga barokahe Ibnu Hajar, para kaum Yahudi, Islam, dan Kristen
dapat rukun,” pungkasnya. (Ajie Najmuddin/
Mahbib)
=============================
Itulah berita yang tertulis di situs www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,45-id,53970-lang,id-c,internasional-t,Kondisi+Makam+Ibnu+Hajar+Al+Asqalani+Memprihatinkan-.phpx dan kita akan mengungkap kedustaan dan beberapa kesalahan pada artikel tersebut.
1. Sejak kapan wahabi menganggap al hafidz Ibnu Hajar al asqolani rahimahullah sesat? Padahal dikajian kajian wahabi banyak sekali menggunakan kitab-kitab beliau, memuji beliau dengan gelar al hafidz, mendoakan beliau rahimahullah, kitab-kitab beliau banyak dicetak oleh penerbit-penerbit wahabi dalam dan luar negeri. Dusta bukan?
2. Jika ada beberapa wahabi mengotori makam beliau, lantas dimanakah kalian? Dimanakah ulama-ulama kalian yang biasa menjadikan kuburan menjadi istana? Apakah wahabi berkuasa di Mesir sehingga bisa dijadikan kambing hitam?
3. Sejak kapan bangunan kuburan itu permanen dan tidak boleh dibongkar sama sekali? Telah ma'ruf bahwa makam yang telah kosong boleh dibongkar dan di isi jenazah lain. Apakah haram?
4. Sejak kapan bahwa pemuliaan terhadap ulama itu dengan membangun istana-istana dikuburan mereka?
Itulah beberapa kesalahan dan dusta pada artikel didalam situs tersebut. Untuk menutupi kesalahan tersebut mungkin saja di edit atau dihapus oleh admin situa tersebut. Biasa. Wallahu a'lam






0 komentar:
Post a Comment