Oleh : Ust. Abu Asma Andre
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن
سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له وأشهد أن لا
إله إلا الله وحده لا شريك له ، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله.
يَا أَيُّهَا الّذِينَ آمَنُواْ اتّقُواْ اللّهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مّسْلِمُونَ
يَآ أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْراً وَنِسَآءً وَاتَّقُوْا اللَّهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْباً
يَا أَيُّهَا الّذِينَ آمَنُواْ اتّقُواْ اللّهَ وَقُولُواْ قَوْلاً سَدِيداً . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماًً
أما بعد: فإن أصدق الكلام كلام الله وخير الهدي هدي محمد وشر الأمور محدثاتها وكل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار.
يَا أَيُّهَا الّذِينَ آمَنُواْ اتّقُواْ اللّهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مّسْلِمُونَ
يَآ أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْراً وَنِسَآءً وَاتَّقُوْا اللَّهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْباً
يَا أَيُّهَا الّذِينَ آمَنُواْ اتّقُواْ اللّهَ وَقُولُواْ قَوْلاً سَدِيداً . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماًً
أما بعد: فإن أصدق الكلام كلام الله وخير الهدي هدي محمد وشر الأمور محدثاتها وكل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار.
Pendahuluan :
Telah menyebar dari lisan ke lisan - tulisan menuju tulisan, nukilan kepada nukilan , penamaan malaikat penjaga surga dengan Ridhwaan, tanpa kemudian berusaha dengan bersungguh - sungguh untuk mencari sumber dari asal muasal permasalahan ini, apalagi kemudian membahasnya menurut disiplin ilmu hadits dan standar pemahaman ulama ahlussunnah wal jama'ah serta orang orang yang mengikuti dengan penuh kebaikan dari zaman ke zaman.
Maka sebagai bentuk yang paling sederhananya, saya berusaha untuk menerjemahkan dan meringkas dua tulisan - dari dua forum diskusi ilmiah - agar manfaat yang saya rasakan, juga bisa dirasakan oleh saudara - saudara saya dalam manhaj ini - serta saudara saudara saya yang berusaha untuk mencari kebenaran dimana saja kalian berada, dan janganlah kalian haramkan bagian dari do'a kalian untuk saya dan kaum muslimin, agar semua kaum muslimin bersatu padu diatas manhaj salafus shalih.
Penyebutan Malaikat Penjaga Surga
Terdapat hadits hadits shahih dalam masalah ini, diantaranya :
Telah menyebar dari lisan ke lisan - tulisan menuju tulisan, nukilan kepada nukilan , penamaan malaikat penjaga surga dengan Ridhwaan, tanpa kemudian berusaha dengan bersungguh - sungguh untuk mencari sumber dari asal muasal permasalahan ini, apalagi kemudian membahasnya menurut disiplin ilmu hadits dan standar pemahaman ulama ahlussunnah wal jama'ah serta orang orang yang mengikuti dengan penuh kebaikan dari zaman ke zaman.
Maka sebagai bentuk yang paling sederhananya, saya berusaha untuk menerjemahkan dan meringkas dua tulisan - dari dua forum diskusi ilmiah - agar manfaat yang saya rasakan, juga bisa dirasakan oleh saudara - saudara saya dalam manhaj ini - serta saudara saudara saya yang berusaha untuk mencari kebenaran dimana saja kalian berada, dan janganlah kalian haramkan bagian dari do'a kalian untuk saya dan kaum muslimin, agar semua kaum muslimin bersatu padu diatas manhaj salafus shalih.
Penyebutan Malaikat Penjaga Surga
Terdapat hadits hadits shahih dalam masalah ini, diantaranya :
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم:
آتِي بَابَ الْجَنَّةِ، يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَأَسْتَفْتِحُ، فَيَقُولُ الْخَازِنُ: مَنْ أَنْتَ؟ فَأَقُولُ: مُحَمَّدٌ، فَيَقُولُ: بِكَ أُمِرْتُ، لاَ أَفْتَحُ لأَحَدٍ قَبْلَكَ
آتِي بَابَ الْجَنَّةِ، يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَأَسْتَفْتِحُ، فَيَقُولُ الْخَازِنُ: مَنْ أَنْتَ؟ فَأَقُولُ: مُحَمَّدٌ، فَيَقُولُ: بِكَ أُمِرْتُ، لاَ أَفْتَحُ لأَحَدٍ قَبْلَكَ
Dari Anas bin Maalik berkata :
bersabda Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam : " Aku mendatangi pintu
surga pada hari kiamat dan minta dibukakan, kemudian berkata penjaganya
: " Siapa anda ? " Aku berkata : " Muhammad." Maka dia berkata : "
Untukmu aku diperintahkan ( untuk membukakan pintu - pent ) dan tidaklah
dibukakan pintu ini untuk seseorang pun sebelummu."
( HR Imam Muslim ) (1)
( HR Imam Muslim ) (1)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ
مَنْ أَنْفَقَ زَوْجَيْنِ فِي سَبِيلِ اللهِ، دَعَتْهُ خَزَنَةُ الْجَنَّةِ، أَيْ فُلُ هَلُمَّ، فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ: ذَاكَ الَّذِي لاَ تَوَى عَلَيْهِ، قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: أَرْجُو أَنْ تَكُونَ مِنْهُمْ.
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata : " Aku mendengar Nabi shalallahu alaihi wa sallam bersabda : " Siapa yang menginfaqkan sepasang hartanya dijalan Allah, maka dia akan dipanggil oleh penjaga surga : " Marilah kesini." Abu Bakar berkata : " Wahai Rasulullah, adakah orang yang dipanggil dari semua pintu ? " Berkata Nabi shalallahu alaihi wa sallam : " Aku mengharap engkau termasuk didalamnya." ( HR Imam Al Bukhari dan Imam Muslim ) (2)
Dan masih banyak hadits - hadits dalam hal ini - silahkan melihat kepada kitab Hadil Arwah hal 114 - 116 karya Al Imam Ibnul Qayyim rahimahullah, dan disini saya hanya mengisyaratkan.
Tampak dalam hadits hadits diatas tidak disebutkannya secara khusus nama malaikat bagi penjaga surga, disana disebutkan dalam lafadz الخزنة atau الخازن , sebagai bentuk tunggal atau jamak, adapun yang masyhur dilisan manusia bahwa nama malaikat penjaga surga adalah Ridwaan tidaklah bersandarkan pada riwayat riwayat yang shahih, walaupun kemudian disebutkan oleh banyak ulama dalam kitab kitab mereka.
Ridhwaan, Nama Malaikat Penjaga Surga ?
Berikut riwayat riwayat yang menjelaskan nama bagi malaikat penjaga surga adalah Ridhwaan dan keterangan akan kelemahannya.
Pertama :
إذا كان أول يوم من شهر رمضان نادى الجليل جل جلاله رضوان خازن الجنة ، فيقول : لبيك وسعديك ، فيقول : نجد جنتي وزينها للصائمين من أمة محمد صلى الله عليه وسلم
" Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka Allah memanggil Ridhwaan penjaga surga, dan dia berkata : "Aku penuhi dengan gembira panggilan-Mu Ya Allah." Allah berkata kepadanya : " Hiasilah surgaku untuk orang yang berpuasa dari ummat Muhammad shalallahu alaihi wa sallam...."
Riwayat ini dikeluarkan oleh Al Imam Ibnu Adiy dalam kitabnya Al Kamil Fii Dhu'afaa 2/99 dengan sanad :
حدثنا علي بن سعيد، حدثنا محمد بن يحيى الأزدي، قال: حدثنا أصرم بن حوشب، حدثنا محمد بن يونس الحارثي، عن قتادة، عن أنس والربيع بن عبد الله الأنصاري، عن أنس قال رسول الله صلى الله عليه وسلم
" Telah menceritakan kepada kami Aliy bin Sa'id : telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya Al Azdiy berkata : telah menceritakan kepada kami : Al Ashram bin Hawsyab, telah menceritakan kepada kami : Muhammad bin Yunus Al Haritsiy dari Qatadah dari Anas , dan dari Ar Rabi' bin Abdillah Al Anshaariy dari Anas bin Malik berkata Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam.
Penyakit pada riwayat ini terdapat pada :
Al Ashram bin Hawsyab dimana beliau ini adalah Abu Hisyaam Al Hamdani, tentangnya berkata :
- Al Imam Al Bukhari : matrukul hadits. ( At Tarikhul Kabir no 1671 )
- Al Imam Ad Daraquthniy : munkarul hadits. ( Ad Dhu'afaa wal Matruukin 116 )
- Al Hafidz Ibnu Hajar dalam Lisanul Mizan 2/210 membawakan perkataan para ulama, diantaranya : Ibnu Hibban : " Dia memalsukan hadits dari perawi yang tsiqah." Imam Al Falas : " Matruk dan berpemahaman murji'ah." - diawal sebelum membawakan berbagai macam perkataan tersebut Al Imam Adz Dzahabiy berkata : " Orang yang celaka."
Al Imam Ibnu Hibban dalam Al Majruuhiin 1/206 berkata : " Batil." dan Al Imam Ibnul Jauzi rahimahullah membawakan riwayat ini dalam Al Maudhu'aat 2/547
Kedua :
إذا كان أول ليلة من شهر رمضان نادى الله تبارك وتعالى رضوان خازن الجنة يقول يا رضوان فيقول لبيك سيدي وسعديك فيقول زين الجنان للصائمين والقائمين من أمة محمد
" Apabila datang awal dari malam Ramadhan : Allah Ta'ala menyeru Ridhwaan - malaikat penjaga surga dengan berkata : " Wahai Ridhwaan." Berkata ( Ridhwaan - pent ) : " Aku penuhi panggilan-Mu dengan gembira Ya Allah." Allah berkata : "Hiasilah surga untuk orang yang berpuasa dan shalat dari ummat Muhammad...."
Riwayat ini dibawakan oleh Al Imam Adz Dzahabiy rahimahullah dalam Lizanul Mizan 4/393 dengan sanad :
حدثنا جبرون بن عيسى بمصر، حدثنا يحيى بن سليمان مولى قريش، حدثنا عباد بن عبد الصمد، عن أنس، سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول
" Telah menceritakan kepada kami Jabruun bin 'Isa di Mesir, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sulaiman maula Quraisy, telah menceritakan kepada kami Abbad bin Abdusshamad dari Anas : " Aku mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam berkata :...."
Penyakit riwayat ini ada pada Abbad bin Abdusshamad dimana beliau ini adalah Abu Ma'mar, tentangnya berkata :
- Al Imam Al Bukhari : munkarul hadits. ( Tarikhul Kabir no 1630 )
- Al Imam Ibnu Adiy : haditsnya dari Anas munkar ( Al Kamil 5/551 )
- Al Hafidz Ibnu Hajar dalam Lisanul Mizan 4/393 membawakan perkataan : Ibnu Abi Hatim yang berkata : " Abbad sangat lemah."
Sehingga berkata Al Imam Badruddin Al 'Ainiy dalam 'Umdatul Qariy 10/384 : " Munkar."
Riwayat semisal ini ( riwayat pertama dan kedua ) juga dibawakan oleh Al Imam Al Baihaqi dalam Syu'abul Iman 3/353 dari Ibnu Abbas secara marfu', dan riwayat Ibnu Abbas ini dilemahkan oleh Al Hafidz Ibnul Jauzi dalam Al Maudhu'at 2/187, Al Imam Asy Syaukani dalam Al Fawaa'id Al Majmuu'ah no 253.
Ketiga :
إن لكل شيء قلبا ، وإن قلب القرآن { يس } ، ومن قرأ { يس } وهو يريد بها الله عز وجل ؛ غفر الله له ، وأعطي من الأجر كأنما قرأ القرآن اثنتي عشرة مرة ، وأيما مسلم قرئ عنده إذا نزل به ملك الموت سورة { يس } ؛ نزل بكل حرف من سورة { يس } عشرة أملاك يقومون بين يديه صفوفا ويستغفرون له ، ويشهدون غسله ، ويشيعون جنازته ، ويصلون عليه ، ويشهدون دفنه . وأيما مسلم قرأ { يس } وهو في سكرات الموت ؛ لم يقبض ملك الموت روحه حتى يجيئه رضوان خازن الجنة بشربة من شراب الجنة ...
" Sesungguhnya didalam segala sesuatu ada jantung, dan jantung Al Qur-an adalah surat Yasin, siapa yang membaca surat Yasin dan dia mengharapkan dengannya Allah azza wa jalla, maka akan Allah ampuni dosanya, dan akan diberikan ganjaran seakan akan membaca Al Qur-an sebanyak dua belas kali, dan muslim mana saja yang membaca surat Yasin disisi seseorang yang sedang sakaratul maut melainkan akan turun kepadanya untuk setiap huruf dari surat tersebut sepuluh malaikat yang berbaris bershaf dihadapannya untuk memintakan ampun untuknya, menyaksikan proses memandikan jenazahnya, menshalatkan jenazahnya, menyaksikan dikafani. Dan muslim mana saja yang membaca surat Yasin dalam keadaan sakaratul maut, tidak diambil nyawanya sampai datang Ridhwaan penjaga surga untuk memberinya minuman dari minuman surga...."
Riwayat ini dikeluarkan oleh Al Qudha'iy dalam Musnadnya ( 87/1-2 )dari jalan :
زكريا بن يحيى قال: نا شبابة قال: نا مخلد بن عبد الواحد عن علي بن زيد بن جدعان وعطاء بن أبي ميمونة عن زر بن حبيش عن أبي بن كعب
Zakariyaa bin Yahya berkata : telah menceritakan kepada kami Syabaabah berkata : telah menceritakan kepada kami Makhlad bin Abdul Wahid dari Aliiy bin Zaid bin Jud'aan dari 'Atha bin Abiy Maimunah dari Zir bin Hubaisy dari Ubay bin Ka'ab.
Penyakit riwayat ini terletak pada Makhlad bin Abdul Wahid dan dia adalah Abu Hudzail, tentangnya berkata :
- Al Imam Ibnu Hibban : " Munkarul hadits jiddan." dan Imam Adz Dzahabiy berkata : " Dha'if." ( Mizanul 'Itidal 4/83 )
- Al Hafidz Ibnu Hajar berkata : " Muhammad bin Ibrahim Al Kananiy bertanya kepada Abu Hatim tentang hadits Syabaabah dari Makhlad tentang membaca surat ini dan itu." Berkata Abu Hatim : "Dha'if." ( Lisanul Mizan 8/15 )
Maka berkata Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Adh Dha'ifah no 5870 : " Hadits palsu." dan dipastikan kepalsuannya oleh Syaikh Zakariya Al Anshariy dalam Ta'liq 'Ala Al Baidhawiy 1/226.
Keempat :
فينادي رب العزة تبارك وتعالى رضوان وهو خازن الجنة فيقول يا رضوان ارفع الحجب بيني وبين عبادي ...
" Allah Rabbul 'Izzah memanggil Ridhwaan dan dia adalah penjaga surga kemudian berkata : " Wahai Ridhwaan : "Angkatlah hijab antara Aku dengan hamba-Ku..."
Riwayat ini dikeluarkan oleh Al Imam Daraquthni dalam kitabnya Ru'yah 1/82 no 75, Al Uqailiy dalam Adh Dhu'afaa 2/340 pada biografi Hamzah bin Waashil Al Minqariy dan berkata tentangnya ( Hamzah - pent ) : " Seseorang dari Bashrah, periwayatan dari Qatadah tidak terjaga."
Kelima :
قال جبريل يا محمد أبشر، هذا رضوان خازن الجنة ، فأقبل رضوان حتى سلم ثم قال : يا محمد رب العزة يقرئك السلام ومعه سفط من نور يتلألأ ويقول لك ربك : هذه مفاتيح خزائن الدنيا مع ما لا ينتقص لك مما عندي في الآخرة مثل جناح بعوضة ، فنظر النبي صلى الله عليه وسلم إلى جبريل كالمستشير له ، فضرب جبريل بيديه إلى الأرض فقال : تواضع لله فقال : يا رضوان ، لا حاجة لي في الدنيا ، فقال رضوان : أصبت أصاب الله بك .
" Berkata Jibril : " Wahai Muhammad beritakanlah kabar gembira, inilah Ridhwaan penjaga surga." Ridhwaan menghadap sambil memberikan salam :...
Riwayat ini dikeluarkan oleh Al Waahidy dalam Asbabun Nuzuul 1/224 dari
أخبرنا أحمد بن محمد بن إبراهيم المقرئ قال: أخبرنا أحمد بن أبي الفرات قال: أخبرنا عبد الله بن محمد بن يعقوب البخاري قال: أخبرنا محمد بن حميد بن فرقد قال: أخبرنا إسحاق بن بشر قال: أخبرنا جويبر عن الضحاك عن ابن عباس
Telah mengkhabarkan kepada kami Muhammad bin Ibrahim Al Muqriy berkata : telah mengkhabarkan kepada kami Ahmad bin Abiy Furaat berkata : telah mengkhabarkan kepada kami Abdullah bin Muhammad bin Ya'qub Al Bukhari berkata : telah mengkhabarkan kepada kami Muhammad bin Humaid bin Farqad berkata : telah mengkhabarkan kepada kami Ishaq bin Bisyr berkata : telah mengkhabarkan kepada kami Juwaibir dari Adh Dhahaak dari Ibnu Abbas.
Sanad riwayat ini berpenyakit dengan dengan penyakit yang parah, disebabkan :
- Juwaibir disini adalah Juwaibir bin Sa'id Al Azdi, dan berkata Al Imam Ahmad ( Al 'Illal no 889 ): " Muhammad bin Salim dan Juwaibir : lemah." , Imam Ad Daraquthniy berkata ( Adh Dhu'afaa Wal Matrukin no 147 ): " Matrukul hadits."
- Ada keterputusan sanad antara Adh Dhahaak dengan Ibnu Abbas, sebagaimana hal ini ditetapkan oleh Imam Ad Daraquthniy dengan berkata : Adh Dhahaak bin Muzaahim tsiqah tetapi tidak mendengar sedikitpun dari Ibnu Abbas." ( Mausu'at Aqwaal Ad Daaraquthni no 1072 ), sehingga terjadi keterputusan sanad dalam hal ini, dan ini juga ditetapkan oleh pentahqiq kitab Asbabun Nuzuul pada halaman 332 tafsir surat Al Furqan ayat 10.
Keenam :
نادى مناد من السماء يوم بدر – يقال له رضوان - : لا سيف إلا ذو الفقار ، ولا فتى إلا علي بن أبي طالب
" Terdengar suara memanggil dari arah langit pada hari peperangan Badar - yang dikatakan bahwa yang memanggil Ridhwaan - " Tidak ada pedang selain pedang Dzulfiqaar, dan tidak ada yang membawanya kecuali 'Ali bin Abiy Thalib..."
Riwayat ini dibawakan oleh Ibnu Asakir dalam Tarikh Damsyiq 71/42 secara mursal dan Imam Ibnul Jauzi membawakan riwayat ini dalam kitabnya Al Maudhu'at 2/159.
Sehingga bisa dilihat pada riwayat riwayat diatas, tidak terdapat riwayat yang diterima tentang penamaan malaikat penjaga surga dengan Ridhwaan. Wallahu 'alam.
Asal Penamaan Ridhwaan
Kemungkinannya - wallahu 'alam - penamaan Ridhwaan, selain dari bersandarkan kepada riwayat riwayat lemah diatas, juga bersandarkan kepada firman Allah subhanahu wa ta'ala berikut ini :
فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ أَكْبَرُ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
" ...dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga 'Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar." ( QS At Taubah : 72 ), dan disana disebutkan kata Ridhwaan.
Ayat ini ditafsirkan dengan sebuah hadits yang dikeluarkan oleh Al Imam Al Bukhari ( no 6549 ) dan Imam Muslim ( no 2829 ) sebagai berikut :
إن الله تبارك وتعالى يقول لأهل الجنة يا أهل الجنة فيقولون لبيك ربنا وسعديك فيقول هل رضيتم ؟ فيقولون وما لنا لا نرضى وقد أعطيتنا ما لم تعط أحداً من خلقك ، فيقول أنا أعطيكم أفضل من ذلك ، قالوا يا رب وأي شيء أفضل من ذلك ؟
فيقول أحل عليكم رضواني فلا أسخط عليكم بعده أبداً.
" Allah Tabaraka wa Ta'ala berkata kepada penduduk surga : "Wahai ahlul jannah." Maka mereka berkata : " Kami penuhi panggilan-Mu dengan gembira wahai Rabb kami." Kemudian Allah berkata : "Apakah kalian telah ridha ? " Maka mereka berkata : "Apa yang menyebabkan kami tidak ridha, sesungguhnya kami telah diberikan apa yang tidak diberikan kepada seorangpun dari makhluk-Mu." Maka berkata Allah : " Aku akan memberikan kepada kalian yang lebih utama dari itu semua." Berkata penghuni surga : "Wahai Rabb, apalagi yang lebih utama dari itu ? "Maka Allah berkata : " Aku halalkan bagi kalian keridhaan-Ku, dan aku tidak akan murka lagi atas kalian selama - lamanya."
Ketika menjelaskan ayat diatas berkata Syaikh Musthafa Al Adawi hafidzahullah : " Adapun datang tentang Ridhwaan untuk menyebut malaikat penjaga surga, aku tidak mengetahuinya datang dari khabar yang shahih dari sisi Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam." ( Silsilah Tafsir )
Al Lajnah Ad Daa'imah 2/353 ditanya : " Apakah Ridhwaan adalah nama bagi malaikat penjaga surga, dan dimanakah disebutkan namanya ? "
Jawaban : " Masyhur disisi ulama, bahwa nama bagi malaikat penjaga surga adalah Ridhwaan, dan datang penyebutannya dari sebagian hadits yang ketsabitannya disangsikan. Wallahu 'alam.
Dari fatwa yang dikeluarkan oleh Al Lajnah Ad Daa'imah diatas terdapat isyarat bahwa ada sebagian ulama yang menetapkan nama Ridhwaan bagi malaikat penjaga surga, diantara mereka adalah :
Al Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Haadil Arwah 1/109 yang berkata :
قد سمى الله سبحانه وتعالى كبير هذه الخزنة رضوان وهو اسم مشتق من الرضا وسمى خازن النار مالكا وهو اسم مشتق من الملك وهو القوة والشدة
" Dinamakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala pemimpin penjaga surga dengan Ridhwaan yang berasal dari kata Ridha, dan menamakan penjaga pintu neraka dengan Maalik yang berasal dari kata Al Mulk yang berarti kekuatan dan kekejaman."
Al Imam Ibnu Katsir dalam Al Bidayah 1/53 berkata :
وخازن الجنة ملك يقال له رضوان جاء مصرحا به في بعض الأحاديث
" Dan malaikat penjaga surga yang disebut Ridhwaan, sebagaimana datang dengan jelas dalam beberapa buah hadits."
Jauh sebelumnya, Imam Al Lalika'iy berkata dalam kitab beliau Syarhu Ushuli Itiqad (1/53 ) ketika menyebutkan ringkasan keyakinan ahlussunnah wal jama'ah :
فأَهل السُنّة والجماعة : يؤمنون بهم إِجمالا ، وأَمَّا تفصيلا فما صح به الدليل ، ومَن سمّاه الله ورسوله- صلى الله عليه وعلى آله وسلم- منهم كجبريل الموكل بالوحي ، وميكائيل الموكل بالمطر ، وإسرافيل الموكل بالنفخ في الصور ، وملك الموت الموكل بقبض الأَرواح ، ومالك خازن النَّار ، ورضوان خازن الجنة ، وملكي القبر منكر ونكير
" Adapun ahlussunnah wal jama'ah mereka beriman secara global, adapun perinciannya maka disana dibutuhkan dalil yang shahih - bagaimana Allah dan Rasulullah menamakannya - diantaranya adalah Jibril yang menyampaikan wahyu, Mikaa'il yang bertugas menurunkan hujan, Israafiil yang bertugas meniup sangsakala, Malaikat Maut yang bertugas mencabut ruh, Malaikat penjaga neraka, Ridhwaan penjaga surga dan malaikat yang mendatangi kubur yakni Munkar dan Nakiir."
Dan disana ada ucapan ulama lain semisal Ar Raziy dalam Tafsirnya 5/313, Al Munawiy dalam Qaidhul Qadiir 1/50, Ibnu 'Adaal Al Hambali dalam Al Lubaab 3/474 dan lain - lain.
Kalau dikatakan : " Bukankah apabila berkumpul hadits hadits lemah dan didalamnya telah masyhur ulama salaf mengungkapkannya - hal ini menunjukkan bahwa penyebutan Ridhwaan ada asalnya ? Maka dijawab : " Sesungguhnya perkara penamaan ini adalah masalah dari masalah masalah ghaib, yang tidak akan mungkin datang dari pikiran melainkan harus ditetapkan melalui nash, sesungguhnya yang ada dalam masalah ini adalah dalil dalil yang lemah tidak sampai derajat shahih atau hasan, bahkan sebagiaannya palsu, maka dalam masalah ini - diam dan tidak menamakan dengannya adalah lebih selamat, dan menamakannya dengan penjaga surga lebih mencocoki dalil dalil yang shahih, wallau 'alam.
Abu Asma Andre
Komplek TNI AL
Ciangsana - Cileungsi
18 - 23 Rajab 1434 H
28 Mei - 2 Juni 2013
سبحانك اللهم وبحمدك اشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك
catatan :
1. HR Imam Muslim 1/130 no 406, Imam Ahmad 3/136 dan lainnya.
2. HR Imam Al Bukhari no 2814 dan Imam Muslim no 2337.
Dan takhrij serta biografi perawi hadits diambil dari Maktabah Syamilah
مَنْ أَنْفَقَ زَوْجَيْنِ فِي سَبِيلِ اللهِ، دَعَتْهُ خَزَنَةُ الْجَنَّةِ، أَيْ فُلُ هَلُمَّ، فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ: ذَاكَ الَّذِي لاَ تَوَى عَلَيْهِ، قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: أَرْجُو أَنْ تَكُونَ مِنْهُمْ.
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata : " Aku mendengar Nabi shalallahu alaihi wa sallam bersabda : " Siapa yang menginfaqkan sepasang hartanya dijalan Allah, maka dia akan dipanggil oleh penjaga surga : " Marilah kesini." Abu Bakar berkata : " Wahai Rasulullah, adakah orang yang dipanggil dari semua pintu ? " Berkata Nabi shalallahu alaihi wa sallam : " Aku mengharap engkau termasuk didalamnya." ( HR Imam Al Bukhari dan Imam Muslim ) (2)
Dan masih banyak hadits - hadits dalam hal ini - silahkan melihat kepada kitab Hadil Arwah hal 114 - 116 karya Al Imam Ibnul Qayyim rahimahullah, dan disini saya hanya mengisyaratkan.
Tampak dalam hadits hadits diatas tidak disebutkannya secara khusus nama malaikat bagi penjaga surga, disana disebutkan dalam lafadz الخزنة atau الخازن , sebagai bentuk tunggal atau jamak, adapun yang masyhur dilisan manusia bahwa nama malaikat penjaga surga adalah Ridwaan tidaklah bersandarkan pada riwayat riwayat yang shahih, walaupun kemudian disebutkan oleh banyak ulama dalam kitab kitab mereka.
Ridhwaan, Nama Malaikat Penjaga Surga ?
Berikut riwayat riwayat yang menjelaskan nama bagi malaikat penjaga surga adalah Ridhwaan dan keterangan akan kelemahannya.
Pertama :
إذا كان أول يوم من شهر رمضان نادى الجليل جل جلاله رضوان خازن الجنة ، فيقول : لبيك وسعديك ، فيقول : نجد جنتي وزينها للصائمين من أمة محمد صلى الله عليه وسلم
" Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka Allah memanggil Ridhwaan penjaga surga, dan dia berkata : "Aku penuhi dengan gembira panggilan-Mu Ya Allah." Allah berkata kepadanya : " Hiasilah surgaku untuk orang yang berpuasa dari ummat Muhammad shalallahu alaihi wa sallam...."
Riwayat ini dikeluarkan oleh Al Imam Ibnu Adiy dalam kitabnya Al Kamil Fii Dhu'afaa 2/99 dengan sanad :
حدثنا علي بن سعيد، حدثنا محمد بن يحيى الأزدي، قال: حدثنا أصرم بن حوشب، حدثنا محمد بن يونس الحارثي، عن قتادة، عن أنس والربيع بن عبد الله الأنصاري، عن أنس قال رسول الله صلى الله عليه وسلم
" Telah menceritakan kepada kami Aliy bin Sa'id : telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya Al Azdiy berkata : telah menceritakan kepada kami : Al Ashram bin Hawsyab, telah menceritakan kepada kami : Muhammad bin Yunus Al Haritsiy dari Qatadah dari Anas , dan dari Ar Rabi' bin Abdillah Al Anshaariy dari Anas bin Malik berkata Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam.
Penyakit pada riwayat ini terdapat pada :
Al Ashram bin Hawsyab dimana beliau ini adalah Abu Hisyaam Al Hamdani, tentangnya berkata :
- Al Imam Al Bukhari : matrukul hadits. ( At Tarikhul Kabir no 1671 )
- Al Imam Ad Daraquthniy : munkarul hadits. ( Ad Dhu'afaa wal Matruukin 116 )
- Al Hafidz Ibnu Hajar dalam Lisanul Mizan 2/210 membawakan perkataan para ulama, diantaranya : Ibnu Hibban : " Dia memalsukan hadits dari perawi yang tsiqah." Imam Al Falas : " Matruk dan berpemahaman murji'ah." - diawal sebelum membawakan berbagai macam perkataan tersebut Al Imam Adz Dzahabiy berkata : " Orang yang celaka."
Al Imam Ibnu Hibban dalam Al Majruuhiin 1/206 berkata : " Batil." dan Al Imam Ibnul Jauzi rahimahullah membawakan riwayat ini dalam Al Maudhu'aat 2/547
Kedua :
إذا كان أول ليلة من شهر رمضان نادى الله تبارك وتعالى رضوان خازن الجنة يقول يا رضوان فيقول لبيك سيدي وسعديك فيقول زين الجنان للصائمين والقائمين من أمة محمد
" Apabila datang awal dari malam Ramadhan : Allah Ta'ala menyeru Ridhwaan - malaikat penjaga surga dengan berkata : " Wahai Ridhwaan." Berkata ( Ridhwaan - pent ) : " Aku penuhi panggilan-Mu dengan gembira Ya Allah." Allah berkata : "Hiasilah surga untuk orang yang berpuasa dan shalat dari ummat Muhammad...."
Riwayat ini dibawakan oleh Al Imam Adz Dzahabiy rahimahullah dalam Lizanul Mizan 4/393 dengan sanad :
حدثنا جبرون بن عيسى بمصر، حدثنا يحيى بن سليمان مولى قريش، حدثنا عباد بن عبد الصمد، عن أنس، سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول
" Telah menceritakan kepada kami Jabruun bin 'Isa di Mesir, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sulaiman maula Quraisy, telah menceritakan kepada kami Abbad bin Abdusshamad dari Anas : " Aku mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam berkata :...."
Penyakit riwayat ini ada pada Abbad bin Abdusshamad dimana beliau ini adalah Abu Ma'mar, tentangnya berkata :
- Al Imam Al Bukhari : munkarul hadits. ( Tarikhul Kabir no 1630 )
- Al Imam Ibnu Adiy : haditsnya dari Anas munkar ( Al Kamil 5/551 )
- Al Hafidz Ibnu Hajar dalam Lisanul Mizan 4/393 membawakan perkataan : Ibnu Abi Hatim yang berkata : " Abbad sangat lemah."
Sehingga berkata Al Imam Badruddin Al 'Ainiy dalam 'Umdatul Qariy 10/384 : " Munkar."
Riwayat semisal ini ( riwayat pertama dan kedua ) juga dibawakan oleh Al Imam Al Baihaqi dalam Syu'abul Iman 3/353 dari Ibnu Abbas secara marfu', dan riwayat Ibnu Abbas ini dilemahkan oleh Al Hafidz Ibnul Jauzi dalam Al Maudhu'at 2/187, Al Imam Asy Syaukani dalam Al Fawaa'id Al Majmuu'ah no 253.
Ketiga :
إن لكل شيء قلبا ، وإن قلب القرآن { يس } ، ومن قرأ { يس } وهو يريد بها الله عز وجل ؛ غفر الله له ، وأعطي من الأجر كأنما قرأ القرآن اثنتي عشرة مرة ، وأيما مسلم قرئ عنده إذا نزل به ملك الموت سورة { يس } ؛ نزل بكل حرف من سورة { يس } عشرة أملاك يقومون بين يديه صفوفا ويستغفرون له ، ويشهدون غسله ، ويشيعون جنازته ، ويصلون عليه ، ويشهدون دفنه . وأيما مسلم قرأ { يس } وهو في سكرات الموت ؛ لم يقبض ملك الموت روحه حتى يجيئه رضوان خازن الجنة بشربة من شراب الجنة ...
" Sesungguhnya didalam segala sesuatu ada jantung, dan jantung Al Qur-an adalah surat Yasin, siapa yang membaca surat Yasin dan dia mengharapkan dengannya Allah azza wa jalla, maka akan Allah ampuni dosanya, dan akan diberikan ganjaran seakan akan membaca Al Qur-an sebanyak dua belas kali, dan muslim mana saja yang membaca surat Yasin disisi seseorang yang sedang sakaratul maut melainkan akan turun kepadanya untuk setiap huruf dari surat tersebut sepuluh malaikat yang berbaris bershaf dihadapannya untuk memintakan ampun untuknya, menyaksikan proses memandikan jenazahnya, menshalatkan jenazahnya, menyaksikan dikafani. Dan muslim mana saja yang membaca surat Yasin dalam keadaan sakaratul maut, tidak diambil nyawanya sampai datang Ridhwaan penjaga surga untuk memberinya minuman dari minuman surga...."
Riwayat ini dikeluarkan oleh Al Qudha'iy dalam Musnadnya ( 87/1-2 )dari jalan :
زكريا بن يحيى قال: نا شبابة قال: نا مخلد بن عبد الواحد عن علي بن زيد بن جدعان وعطاء بن أبي ميمونة عن زر بن حبيش عن أبي بن كعب
Zakariyaa bin Yahya berkata : telah menceritakan kepada kami Syabaabah berkata : telah menceritakan kepada kami Makhlad bin Abdul Wahid dari Aliiy bin Zaid bin Jud'aan dari 'Atha bin Abiy Maimunah dari Zir bin Hubaisy dari Ubay bin Ka'ab.
Penyakit riwayat ini terletak pada Makhlad bin Abdul Wahid dan dia adalah Abu Hudzail, tentangnya berkata :
- Al Imam Ibnu Hibban : " Munkarul hadits jiddan." dan Imam Adz Dzahabiy berkata : " Dha'if." ( Mizanul 'Itidal 4/83 )
- Al Hafidz Ibnu Hajar berkata : " Muhammad bin Ibrahim Al Kananiy bertanya kepada Abu Hatim tentang hadits Syabaabah dari Makhlad tentang membaca surat ini dan itu." Berkata Abu Hatim : "Dha'if." ( Lisanul Mizan 8/15 )
Maka berkata Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Adh Dha'ifah no 5870 : " Hadits palsu." dan dipastikan kepalsuannya oleh Syaikh Zakariya Al Anshariy dalam Ta'liq 'Ala Al Baidhawiy 1/226.
Keempat :
فينادي رب العزة تبارك وتعالى رضوان وهو خازن الجنة فيقول يا رضوان ارفع الحجب بيني وبين عبادي ...
" Allah Rabbul 'Izzah memanggil Ridhwaan dan dia adalah penjaga surga kemudian berkata : " Wahai Ridhwaan : "Angkatlah hijab antara Aku dengan hamba-Ku..."
Riwayat ini dikeluarkan oleh Al Imam Daraquthni dalam kitabnya Ru'yah 1/82 no 75, Al Uqailiy dalam Adh Dhu'afaa 2/340 pada biografi Hamzah bin Waashil Al Minqariy dan berkata tentangnya ( Hamzah - pent ) : " Seseorang dari Bashrah, periwayatan dari Qatadah tidak terjaga."
Kelima :
قال جبريل يا محمد أبشر، هذا رضوان خازن الجنة ، فأقبل رضوان حتى سلم ثم قال : يا محمد رب العزة يقرئك السلام ومعه سفط من نور يتلألأ ويقول لك ربك : هذه مفاتيح خزائن الدنيا مع ما لا ينتقص لك مما عندي في الآخرة مثل جناح بعوضة ، فنظر النبي صلى الله عليه وسلم إلى جبريل كالمستشير له ، فضرب جبريل بيديه إلى الأرض فقال : تواضع لله فقال : يا رضوان ، لا حاجة لي في الدنيا ، فقال رضوان : أصبت أصاب الله بك .
" Berkata Jibril : " Wahai Muhammad beritakanlah kabar gembira, inilah Ridhwaan penjaga surga." Ridhwaan menghadap sambil memberikan salam :...
Riwayat ini dikeluarkan oleh Al Waahidy dalam Asbabun Nuzuul 1/224 dari
أخبرنا أحمد بن محمد بن إبراهيم المقرئ قال: أخبرنا أحمد بن أبي الفرات قال: أخبرنا عبد الله بن محمد بن يعقوب البخاري قال: أخبرنا محمد بن حميد بن فرقد قال: أخبرنا إسحاق بن بشر قال: أخبرنا جويبر عن الضحاك عن ابن عباس
Telah mengkhabarkan kepada kami Muhammad bin Ibrahim Al Muqriy berkata : telah mengkhabarkan kepada kami Ahmad bin Abiy Furaat berkata : telah mengkhabarkan kepada kami Abdullah bin Muhammad bin Ya'qub Al Bukhari berkata : telah mengkhabarkan kepada kami Muhammad bin Humaid bin Farqad berkata : telah mengkhabarkan kepada kami Ishaq bin Bisyr berkata : telah mengkhabarkan kepada kami Juwaibir dari Adh Dhahaak dari Ibnu Abbas.
Sanad riwayat ini berpenyakit dengan dengan penyakit yang parah, disebabkan :
- Juwaibir disini adalah Juwaibir bin Sa'id Al Azdi, dan berkata Al Imam Ahmad ( Al 'Illal no 889 ): " Muhammad bin Salim dan Juwaibir : lemah." , Imam Ad Daraquthniy berkata ( Adh Dhu'afaa Wal Matrukin no 147 ): " Matrukul hadits."
- Ada keterputusan sanad antara Adh Dhahaak dengan Ibnu Abbas, sebagaimana hal ini ditetapkan oleh Imam Ad Daraquthniy dengan berkata : Adh Dhahaak bin Muzaahim tsiqah tetapi tidak mendengar sedikitpun dari Ibnu Abbas." ( Mausu'at Aqwaal Ad Daaraquthni no 1072 ), sehingga terjadi keterputusan sanad dalam hal ini, dan ini juga ditetapkan oleh pentahqiq kitab Asbabun Nuzuul pada halaman 332 tafsir surat Al Furqan ayat 10.
Keenam :
نادى مناد من السماء يوم بدر – يقال له رضوان - : لا سيف إلا ذو الفقار ، ولا فتى إلا علي بن أبي طالب
" Terdengar suara memanggil dari arah langit pada hari peperangan Badar - yang dikatakan bahwa yang memanggil Ridhwaan - " Tidak ada pedang selain pedang Dzulfiqaar, dan tidak ada yang membawanya kecuali 'Ali bin Abiy Thalib..."
Riwayat ini dibawakan oleh Ibnu Asakir dalam Tarikh Damsyiq 71/42 secara mursal dan Imam Ibnul Jauzi membawakan riwayat ini dalam kitabnya Al Maudhu'at 2/159.
Sehingga bisa dilihat pada riwayat riwayat diatas, tidak terdapat riwayat yang diterima tentang penamaan malaikat penjaga surga dengan Ridhwaan. Wallahu 'alam.
Asal Penamaan Ridhwaan
Kemungkinannya - wallahu 'alam - penamaan Ridhwaan, selain dari bersandarkan kepada riwayat riwayat lemah diatas, juga bersandarkan kepada firman Allah subhanahu wa ta'ala berikut ini :
فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ أَكْبَرُ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
" ...dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga 'Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar." ( QS At Taubah : 72 ), dan disana disebutkan kata Ridhwaan.
Ayat ini ditafsirkan dengan sebuah hadits yang dikeluarkan oleh Al Imam Al Bukhari ( no 6549 ) dan Imam Muslim ( no 2829 ) sebagai berikut :
إن الله تبارك وتعالى يقول لأهل الجنة يا أهل الجنة فيقولون لبيك ربنا وسعديك فيقول هل رضيتم ؟ فيقولون وما لنا لا نرضى وقد أعطيتنا ما لم تعط أحداً من خلقك ، فيقول أنا أعطيكم أفضل من ذلك ، قالوا يا رب وأي شيء أفضل من ذلك ؟
فيقول أحل عليكم رضواني فلا أسخط عليكم بعده أبداً.
" Allah Tabaraka wa Ta'ala berkata kepada penduduk surga : "Wahai ahlul jannah." Maka mereka berkata : " Kami penuhi panggilan-Mu dengan gembira wahai Rabb kami." Kemudian Allah berkata : "Apakah kalian telah ridha ? " Maka mereka berkata : "Apa yang menyebabkan kami tidak ridha, sesungguhnya kami telah diberikan apa yang tidak diberikan kepada seorangpun dari makhluk-Mu." Maka berkata Allah : " Aku akan memberikan kepada kalian yang lebih utama dari itu semua." Berkata penghuni surga : "Wahai Rabb, apalagi yang lebih utama dari itu ? "Maka Allah berkata : " Aku halalkan bagi kalian keridhaan-Ku, dan aku tidak akan murka lagi atas kalian selama - lamanya."
Ketika menjelaskan ayat diatas berkata Syaikh Musthafa Al Adawi hafidzahullah : " Adapun datang tentang Ridhwaan untuk menyebut malaikat penjaga surga, aku tidak mengetahuinya datang dari khabar yang shahih dari sisi Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam." ( Silsilah Tafsir )
Al Lajnah Ad Daa'imah 2/353 ditanya : " Apakah Ridhwaan adalah nama bagi malaikat penjaga surga, dan dimanakah disebutkan namanya ? "
Jawaban : " Masyhur disisi ulama, bahwa nama bagi malaikat penjaga surga adalah Ridhwaan, dan datang penyebutannya dari sebagian hadits yang ketsabitannya disangsikan. Wallahu 'alam.
Dari fatwa yang dikeluarkan oleh Al Lajnah Ad Daa'imah diatas terdapat isyarat bahwa ada sebagian ulama yang menetapkan nama Ridhwaan bagi malaikat penjaga surga, diantara mereka adalah :
Al Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Haadil Arwah 1/109 yang berkata :
قد سمى الله سبحانه وتعالى كبير هذه الخزنة رضوان وهو اسم مشتق من الرضا وسمى خازن النار مالكا وهو اسم مشتق من الملك وهو القوة والشدة
" Dinamakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala pemimpin penjaga surga dengan Ridhwaan yang berasal dari kata Ridha, dan menamakan penjaga pintu neraka dengan Maalik yang berasal dari kata Al Mulk yang berarti kekuatan dan kekejaman."
Al Imam Ibnu Katsir dalam Al Bidayah 1/53 berkata :
وخازن الجنة ملك يقال له رضوان جاء مصرحا به في بعض الأحاديث
" Dan malaikat penjaga surga yang disebut Ridhwaan, sebagaimana datang dengan jelas dalam beberapa buah hadits."
Jauh sebelumnya, Imam Al Lalika'iy berkata dalam kitab beliau Syarhu Ushuli Itiqad (1/53 ) ketika menyebutkan ringkasan keyakinan ahlussunnah wal jama'ah :
فأَهل السُنّة والجماعة : يؤمنون بهم إِجمالا ، وأَمَّا تفصيلا فما صح به الدليل ، ومَن سمّاه الله ورسوله- صلى الله عليه وعلى آله وسلم- منهم كجبريل الموكل بالوحي ، وميكائيل الموكل بالمطر ، وإسرافيل الموكل بالنفخ في الصور ، وملك الموت الموكل بقبض الأَرواح ، ومالك خازن النَّار ، ورضوان خازن الجنة ، وملكي القبر منكر ونكير
" Adapun ahlussunnah wal jama'ah mereka beriman secara global, adapun perinciannya maka disana dibutuhkan dalil yang shahih - bagaimana Allah dan Rasulullah menamakannya - diantaranya adalah Jibril yang menyampaikan wahyu, Mikaa'il yang bertugas menurunkan hujan, Israafiil yang bertugas meniup sangsakala, Malaikat Maut yang bertugas mencabut ruh, Malaikat penjaga neraka, Ridhwaan penjaga surga dan malaikat yang mendatangi kubur yakni Munkar dan Nakiir."
Dan disana ada ucapan ulama lain semisal Ar Raziy dalam Tafsirnya 5/313, Al Munawiy dalam Qaidhul Qadiir 1/50, Ibnu 'Adaal Al Hambali dalam Al Lubaab 3/474 dan lain - lain.
Kalau dikatakan : " Bukankah apabila berkumpul hadits hadits lemah dan didalamnya telah masyhur ulama salaf mengungkapkannya - hal ini menunjukkan bahwa penyebutan Ridhwaan ada asalnya ? Maka dijawab : " Sesungguhnya perkara penamaan ini adalah masalah dari masalah masalah ghaib, yang tidak akan mungkin datang dari pikiran melainkan harus ditetapkan melalui nash, sesungguhnya yang ada dalam masalah ini adalah dalil dalil yang lemah tidak sampai derajat shahih atau hasan, bahkan sebagiaannya palsu, maka dalam masalah ini - diam dan tidak menamakan dengannya adalah lebih selamat, dan menamakannya dengan penjaga surga lebih mencocoki dalil dalil yang shahih, wallau 'alam.
Abu Asma Andre
Komplek TNI AL
Ciangsana - Cileungsi
18 - 23 Rajab 1434 H
28 Mei - 2 Juni 2013
سبحانك اللهم وبحمدك اشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك
catatan :
1. HR Imam Muslim 1/130 no 406, Imam Ahmad 3/136 dan lainnya.
2. HR Imam Al Bukhari no 2814 dan Imam Muslim no 2337.
Dan takhrij serta biografi perawi hadits diambil dari Maktabah Syamilah






0 komentar:
Post a Comment