KRITIK AL-QUR’AN TERHADAP AJARAN KRISTEN
Oleh: Kodiran Salim
Peneliti Independen Lintas Kitab suci
LANJUTAN………………………….
KEPERCAYAAN KRISTEN TENTANG TRINITAS
Penetapan Yesus sebagai Tuhan diresmikan pada Konsili Nicea tahun 325 M. Kemudian penetapan Roh Kudus sebagai Tuhan ditetapkan pada Konsili Konstatin tahun 381 M. Selanjutnya pada Konsili Efesus tahun 431 M Bunda Maria di sejajarkan dengan Tuhan.
Allah trinitas DALAM KEPERCAYAAN KRISTEN
Didalam ajaran Kristen terdapat dogma yaitu Allah Trinitas atau Allah Tritunggal yaitu Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus.
Ajaran tentang Allah Trinitas ini tidak terdapat didalam Bibel, karena ajaran ini adalah hasil rumusan orang-orang Kristen sepeninggal Yesus. Kira-kira tahun 120 s/d 200 M tokoh-tokoh Kristen menulis pemikirannya berbentuk karangan untuk membela kebenaran kepercayaan Kristen dengan menyesuaikan ajaran Bibel dengan filsafat Yunani. Tetapi dalam buku-buku Kristen sekarang ini banyak orang yang mencari pembenaran tentang Trinitas dalam Bibel.
Penetapan Allah Trinitas diputuskan dalam dua konsili. Pertama pada tahun 325 M pada konsili Nicea ditetapkannya Yesus sebagai Allah Putra, kemudian pada konsili Konstantin tahun 381 M Roh Kudus ditetapkan sebagai Allah Roh Kudus. Mereka tidak puas dengan konsili-konsili yang sudah ada, kemudian diadakan konsili di Efesus tahun 431 M. Pada konsili di Efesus ditetapkan bahwa Maria menjadi Bunda Allah.
Pandangan orang Kristen tentang Allah Trinitas
Dalam syahadat iman, yang aku percayai ialah Allah Tritunggal: Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus: “Aku percaya akan Allah, Bapa yang Mahakuasa, dan akan Yesus Kristus Putranya yang tunggal, Aku percaya akan Roh Kudus.“
Allah itu satu kodrat, tetapi tiga diri. Allah yang esa tetapi tiga diri adalah suatu misteri, tak dapat dijelaskan secara sempurna oleh akal manusia. Allah Tritunggal itu misteri. Justru dalam misteri inilah Allah sungguh menjadi Allah. Jika manusia dapat menangkap dan menjelaskan dengan sempurna pribadi Allah, maka Allah bukanlah Allah lagi. Sebab dengan demikian berarti manusia dapat mengatasi kemaha sempurnaan Allah sendiri. (Alex Suwandi PR, tanya jawab syahadat Iman Katolik, Kanisius 1989, hal 21)
Allah Bapa ............................Pencipta
Allah Putra ...........................Pendamai
Allah Roh Kudus ....................Pelepas
Pekerjaan Allah Bapa adalah Pencipta, tetapi tidak berarti bahwa Dia sendiri yang bekerja didalam penciptaan itu. firman ikut juga didalam penciptaan. Allah Putra adalah Pendamai. Didalam pekerjaan Pendamai itu Allah bapa tidak tinggal diam, tetapi Allah Bapa yang menyuruh Putranya yang tunggal itu kedunia untuk mendamaikan kita manusia.
Allah Roh Kudus adalah Pelepas. Pekerjaan Allah Roh Kudus adalah menggenapi pekerjaan Allah Bapa didalam rencana keselamatan Allah.
Allah Bapa Pencipta itu telah menyuruh Putranya yang tunggal untuk mendamaikan manusia dengan Allah, agar manusia memperoleh kelepasan. Allah putra telah menderita kesengsaraan dan mati disalib didalam pekerjaan untuk mendamaikan, agar manusia yang percaya memperoleh penebusan dosa. (Dr. Andar Tobing, Apologetika Tentang Trinitas, BPK Gunung Mulia Jakarta, hlm 20-21 )
Orang Kristen mencari PEMBENARAN tentang Trinitas dalam Injil.
- Segera sesudah Yesus dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes Pembaptis, Roh Allah turun atas Yesus dan terdengar suara dari surga (= Allah Bapa ): Engkaulah Anak yang Kukasihi, kepadamulah Aku berkenan (Markus 1:10-11 )
- Sesudah Perjamuan malam terakhir, Yesus berkata: “Aku akan minta kepada Bapa dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain (Yoh 14:16). Penolong yang lain adalah Roh Kudus (Yohanes 14:26 )
- Sesudah kebangkitannya, Yesus berpesan kepada para murid-muridnya:
Kritik
Kalau dicermati sesungguhnya Yesus tidak pernah mengatakan Allah dengan sebutan Bapa, mengapa?. Yesus mengatakan Allah itu dengan sebutan Bapa dalam Injil direkayasa setelah ada surat Paulus.
2Korintus 11:31 Allah, yaitu Bapa dari Yesus, Tuhan kita.
Karena Injil-Injil yang ada sekarang ini ditulis jauh setelah surat-surat Paulus ditulis. Sebagai contoh surat-surat Paulus ke Korintus 1 dan 2 ditulis kira-kira tahun 55 M sedang Injil yang paling tua dibuat yaitu Injil Markus tahun 65 M. Jadi ada kemungkinan besar bahwa Injil-Injil yang ada sekarang ini dicampuri dengan pemikiran Paulus.
Pendapat orang Barat tentang Allah Trinitas
Kita mengakui, bahwa istilah “Trinitas” itu tidak kita temui dalam Bibel baik dalam Perjanjian Lama, maupun dalam Perjanjian Baru. Mungkin sekali Tertullianus-lah yang paling pertama memakai istilah itu untuk menamakan Allah Tritunggal. Istilah Trinitas adalah hasil dan buah penyelidikan dan penjelajahan Theologia dari Bibel.
Lama sebelum Muhammad lahir, ke Tritunggalan Allah sudah sering dipersoalkan sampai Synode-Synode. Soal Trinitas berhubungan erat dengan soal ke allah an Yesus Kristus. (K. Brth, Kirchliche Dogmatik, I/1, hal 375)
Kata Tritunggal, maupun doktrin Tritunggal yang jelas tidak terdapat dalam Perjanjian Baru. Yesus dan pengikut-pengikutnya juga tidak bermaksud menentang shema dalam Perjanjian Lama: “ Dengar, hai orang Israel; Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa Ulangan 6:4 ).
Doktrin ini berkembang secara bertahap selama beberapa abad dan melalui banyak perdebatan. Menjelang akhir abad ke 4 doktrin Tritunggal pada dasarnya mengambil bentuk yang sampai sekarang dipertahankan ( The Encyclopedia Britannica, 1976, Micropedia, Jil X, hlm 126 )
Perumusan satu Allah dalam tiga pribadi tidak ditetapkan dengan tegas, dan pasti idak dilebur sepenuhnya dalam kehidupan Kristen dan pengakuan imannya, sebelum akhir abad ke 4. Namun tepatnya rumus inilah yang pertama-tama mendapat nama dogma Tritunggal. Diantara Bapa-Bapa Rasuli tidak pernah bahkan sedikitpun ada yang mendekati sikap atau pandangan seperti itu. (New Catholic Encyclopedia 1967, Jil XIV, hlm 299)
Tritunggal dari pribadi-pribadi dalam persatuan alam didefinisikan menurut “pribadi” dan “alam” yang merupakan istilah-istilah filsafat Yunani ; sebenarnya istilah-istilah tersebut tidak terdapat dalam Bibel. (Dictionary of the Bible, John L. Mc Kenzie, S.J. hlm 899 )
Tritunggal menurut Plato, yang semata-mata suatu penyusunan kembali dari tritunggal-tritunggal kuno yang berasal dari orang-orang zamandulu, tampaknya merupakan ciri-ciri tritunggal yang rasional dan bersifat filsafat yang melahirkan ketiga zat atau pribadi ilahi yang diajarkan oleh gereja-gereja Kristen. Konsep filsuf Yunani Plato pada abad ke 4 SM tentang tritunggal ilahi dapat ditemukan dalam semua agama kafir kuno. (Nouveau Dictionnaire Universel, M. Lachatre, Jil 2, hal 1467 )
Ulil Albab
Sumber : Catatan Ust. Kodiran Salim






Nyuwun sewu Bapak Ibu saudara saudari yang terkasih dalam Tuhan Yesus, saya ingin membagikan pengalaman kesaksian saya mengenai kebenaran trinitas
ReplyDeleteNama saya: Johanes Sudarsiman
Ceritanya pendek kata saya ketika berdiskusi mengenai Trinitas dengan adik kandung saya tidak bisa selesai karena antara logika dan iman, kemudian saya berdoa kepada Tuhan Yesus untuk menerangi apa pengertian tentang Trinitas, kemudian suatu malam kira-kira jam 2 malam saya terbangun dan terasa diterangi oleh Roh Kudus, semua firman yang pernah saya baca teringat kembali seperti ada yang menata firman-firman ini membentuk suatu sesatuan yang menopang mengenai kebenaran akan Trinitas bukan dogma, setelah itu saya Tulis buku ini sebagai kesaksian saya pribadi.
Karena Trinitas ini merupakan fondasi iman kristen yang sering diperdebatkan tidak kunjung selesai maka saya berkeinginan membagikan pengalaman saya ini, silakan di buka lampirannya atau bisa didownload melalui google ketik : kebenaran-trinitas.com atau anda masuk ke internet bagian paling atas ketik: kebenaran-trinitas.com
Berdasarkan pada penerangan oleh Roh Kudus dan dialog dengan banyak orang, penulis dapat menyimpulkan beberapa pertanyaan penting yang berhubungan dengan Trinitas dan sering ditanyakan dalam debat, dialog maupun diskusi dan pertanyaan pertanyaan ini yang membawa penulis bisa lebih luas memahami hal-hal yang tidak terpikirkan, pertanyaan itu antara lain:
1. Apakah yang pertama kali yang diciptakan oleh Tuhan YAHWEH?
2. Mengapa manusia bisa berfikir dan berbudaya sedangkan hewan tidak bisa berfikir dan tidak mempunyai budaya
3. Siapa yang pertama menggunakan konsep Trinitas?
4. Untuk apa konsep Trinitas itu ada?
5. Yesus berbicara dalam Yohanes: 10:30 " Aku dan Bapa adalah satu. " tetapi Yesus tidak mengenal hari kiamat? in Matius: 24:36
6. Yesus juga Tuhan tapi Yesus tidak tahu hari kiamat Matius: 24:36
7. mengapa Yesus disebut Mesias dan mengapa Yesus disebut Tuhan?
8. Yesus Tuhan mengapa harus berpuasa
9. Yesus Tuhan mengapa ketika mau mati dia berbicara dalam Matius 27:46 ". . . that is to say, My God, my God, why hast thou forsaken me?
Pertanyaa No. 5 dan 6 ini pertamakali penulis diterangi oleh Roh Kudus dan pertanyaan ini mengandung philosofi yang luar biasa indahnya, belum ada didunia ini seindah philosofi ini pertanyaan ini pertama Roh Kudus menerangi saya tentang Trinitas dan menyuruh saya menulis buku ini.
Akhir kata penulis menyampaikan, setiap orang yang meminta akan menerima, siapa yang mengetok, pintu akan dibukakan, siapa yang mencari kebenaran dia akan mendapatkan dan siapa yang mendapatkan dia harus bersaksi tentang kebenaran itu karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.
Baca Amsal 8:22-36 Anda akan terkejut dan mengapa Tuhan Yahweh mengirimkan Amsal 8:22-36.
Hormat Saya
Ir.Johanes Sudarsiman