Monday, 5 December 2011

MU’AMALAH KAUM YAHUDI KEPADA RASULULLAH DAN KAUM MUSLIMIN.

           Sebagai seorang muslim dan muslimah, bentuk perwujudan syahadat kita adalah dengan Ma’rifatullah (mengenal Allah) dan ma’rifatunnabiy (mengenal Nabi kita), dan yang akan kita bahas disini adalah tentang ma’rifatunnabiy. Diantara cara untuk mengenal Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah dengan mempelajari sejarahnya dalam kehidupan keseharian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan ebih tepat lagi bahwa tema yang akan kita bahas kali ini adalah tentang mu’amalah kaum yahudi terhadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kaum muslimin.
            Mu’amalah jika kita artikan kedalam bahasa Indonesia adalah pergaulan. Dan seperti inilah pergaulan kaum yahudi kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kaum muslimin. Pada saat perjanjian antara kaum yahudi dan kaum muslimin berlangsung, kaum yahudi justru mengingkarinya. Diantara isi dari pejanjian tersebut adalah sama2 tidak saling mengganggu satu sama lain, namun kaum yahudi justru melanggarnya dan membalas perilaku baik kaum muslimin dengan keburukan, yaitu dengan cara :
>> usaha memecah persatuan kaum muslimin
>> berusaha mencela dan mengganggu agama islam.

>> Diantaranya adalah dengan Rahib2 yahudi berkata,”sesungguhnya Allah miskin dan kami kaya” serta berkata “tangan Allah terbelenggu (maksudnya kikir)”. Sebagaimana Firman Allah dan hadits berikut.

“Seungguhnya Allah telah mendengar perkataan orang-orang (yahudi) yang mengatakan,’sesungguhnya Allah itu miskin dan kami kaya’. Kami (Allah) akan mencatat perkataan mereka dan perbuatan mereka membunuh Nabi-nabi tanpa hak (alasan yang benar), dan Kami akan mengatakan (kepada mereka orang-orang yahudi),’rasakanlah oehmu adzab yang membakar !’”.
[QS. Ali imran : 181]

“dan orang2 yahudi berkata,’tangan Allah terbelenggu’. Sebenarnya tangan merekalah yang terbelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu, padahal kedua tangan Allah terbuka; Dia memberi rezeki sebagaimana yang Ia kehendaki. Dan (al Qur’an) yang diturunkan kepadamu dari tuhanmu itu pasti akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan mereka. Dan Kami timbulkan permusuhan dan kebencian diantara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya. Dan mereka berusaha (menimbulkan) kerusakan di bumi. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”.
[QS. Al Maidah : 64]

“Ibnu Abbas bekata, bahwa ayat ini (al maidah : 64) turun berkenaan dengan Nabbasy bin Qais, seorang yahudi yang berkata,”hai Muhammad, sesungguhnya Tuhanmu itu sangat kikir dan tidak mau memberi”.
[HR. Ath thabrani]

“Pada suatu hari, seorang pendeta kaum yahudi bernama Fanhash berkata kepada abu bakar,’Kami tidak membutuhkan Allah, Dia-lah yang membutuhkan kami. Kami lebih kaya dari-Nya, Jika Allah kaya, tentu Dia tidak akan berhutang kepada Kami, seperti kata sahabatmu Muhammad (maksudnya adalah surat al baqarah : 245)”. Abu bakar pun marah dan memukul Fanhash. Tidak terima atas perlakuan Abu bakar, Fanhash mengadu kepada Rasulullah,’hai Muhammad, lihat apa tindakan sahabatmu ini ?’. Abu bakar menjawab,’dia berkata bahwa Allah itu fakir, mereka tidak butuh Allah tetapi Allah yang butuh mereka’. Mendengar jawaban Abu bakar, Fanhash pun memungkirinya.”.
[HR. Ibnu Abi Hatim]

>> kaum Yahudi banyak mencaci maki Rasulullah dan para Sahabat.

“Kamu pasti akan diuji dengan hartamu dan dirimu. Dan pasti kamu akan mendengar banyak hal yang sangat menyakitkan hati dari orang2 yang diberikan kitab sebelum kamu dan dari orang-orang musyrik. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (patut) di utamakan”.
[QS. Ali Imran : 186]
Ayat ini turun berkenaan dengan Ka’ab bin asyraf. Ia mencaci maki Rasulullah dan para sahabat serta memprovokasi kaum quraisy melalui syair2nya.

>> Kaum yahudi mendoakan kejelekan bagi Rasulullah dan mereka banyak melakukan pembicaraan rahasia di depan kaum muslimin.

“Tidakkah engkau perhatikan orang-orang yang telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia, kemudian mereka kembali (mengerjakan) larangan itu dan mereka mengadakan pembicaran rahasia untuk berbuat dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Dan apabila mereka dating kepadamu (Muhammad), mereka mengucaokan salam dengan cara yang bukan seperti yang dtentukan Allah untukmu. Dan mereka mengatakan pada diri mereka sendiri,”mengapa Allah tidak menyiksa kita atas apa yang mereka katakana itu ?”. Cukuplah bagi mereka neraka jahannam akan mereka masuki. Maka neraka itu seburuk-buruk tempat kembali”.
[QS. Al mujadalah : 8]

“Suatu ketika Rasulullah mengadakan perjanjian dengan kaum yahudi untuk tidak saling bermusuhan. Setelah itu,  jika ada seorang sahabat Rasul lewat di hadapan kaum yahudi, mereka (kaum yahudi) berbisik-bisik. Karena itu, sahabat yang lewat itu mengira mereka menggunjingnya atau berencana membunuhnya. Rasulullah kemudian melarang untuk berbisik-bisik didepan orang lain. Namun larangam tidak dipatuhi kaun ini tidak dipatuhi kaum yahudi”.
[HR. ibnu Abi Hatim]

“Datanglah orang yahudi kepada Nabi dan berkata,”Assaamu’alayka ya Abul Qasim (arti : semoga kebinasaan/kematian atasmu wahai abul Qasim <julukan Rasulullah>)”. Maka Aisyah yang mendampingi beliau saat itu membalas dengan ucapan,”Assaamu’alayka……………”. Kemudian Rasulullah menegur Aisyah dan bersabda,”Wahai Aisyah sesungguhnya Allah tidak suka dengan ucapan-ucapan yang keji”. Dan Nabi memerintahkan untuk menjawab hanya dengan ,”wa’alaykum”.
[HR. Muslim]

            Lihatlah bagaimana kedengkian kaum yahudi terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia mengucapkan “assaamu (kebinasaan/kematian)” bukan Assalamu (keselamatan)” kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan kita sebagai seorang muslim juga tidak boleh melakukan perbuatan yang dibenci Allah yaitu perbuatan tercela dan keji, karena Allah sangat mencintai kelemah lembutanikel. Sebagaimana kelemah lembutan yang dicontohkan dalam hadits diatas. Wallahu a’lam.

Artikel ini bersambung……….



Ditulis oleh : tukang bangunan, cari ilmu, dunia akherat.

Kritik dan saran anda sangat dibutuhkan

Surabaya, 24 November 2011   (09.25). di pagi yang mendung nan sejuk.
Goresan tinta seorang thalibul ‘ilmi.

0 komentar:

Post a Comment