Al Qur’an adalah suatu kitab dan suatu mukjizat besar yang Allah karuniakan bagi kita umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang juga diturunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam. Allah berfirman.
“44. Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.
45. Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. 46. Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa. 47. Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah didalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik. 48. Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu.”
45. Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. 46. Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa. 47. Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah didalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik. 48. Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu.”
[QS. Al Maidah 5 : 44 – 48]
Pada ayat yang sangat panjang tersebut dapat diketahui bahwa al qur’an adalah sebagai pengganti, penyempurna, dan yang membenarkan kitab-kitab terdahulu. Dan kitab taurat, injil, dan al qur’an itu intinya adalah sama, yaitu tentang tauhid kepada Allah dan beberapa pokok ibadah. Tetapi yang berbeda hanya masalah syari’at atau masalah fikih. Taurat. Injil, dan Al Qur’an adalah berisi petunjuk, tetapi karena kebenaran pada kitab injil dan taurat banyak kebenaran yang disembunyikan oleh para pendeta/rahib-rahib mereka, maka banyak sekali penyimpangan2 yang dilakukan oleh mereka, dan banyak menyesatkan manusia. Sebagaimana pada firman Allah berikut ini.
“Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan.; Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.”
[QS. Al Maidah 5 : 15-16]
Setelah kitab taurat dan injil telah banyak perubahan dan penyimpangan yang dilakukan oleh ahli kitab mereka, lalu kemudian diturunkan alQur’an untuk menggantikan dan membenarkan kitab-kitab sebelumnya. Al Qur’an adalah satu-satunya kitab yang kesuciannya masih terjaga hingga saat ini dan tidak ditemukan perubahan sedikitpun serta kesalahan didalamnya. Dan ini merupakan bukti bahwa al Qur’an itu asli diturunkan dari Allah dan benar-benar dijaga oleh Allah. Tidak akan ada orang yang bisa membuat surat-surat / ayat-ayat semisal dengan al Qur’an, dan pasti akan banyak ditemukan kesalahan didalamnya jika al Qur’an itu buatan seorang manusia.
Sesuai dengan tema yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini adalah tentang beberapa pengaruh al Qur’an terhadap kaum muslimin, diantaranya adalah :
v Al Qur’an mengubah masyarakat jahiliyah beserta kehidupan ala jahiliyah yang sangat tidak beradab dan jauh dari adab, menjadi masyarakat yang sangat memperhatikan adab dalam kehidupan sehari-harinya.
v Al Qur’an mengubah segala bentuk kesyirikan yang berlaku pada zaman jahiliyah yaitu penyembahan kepada berhala-berhala, menyembah batu, api, pohon dll. Menjadi masyarakat islami yang mentauhidkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagai pencipta alam semesta yang berhak diibadahi dan mempunyai Nama dan Sifat-Sifat yang agung. Serta mereka tidak menyembah selain Allah.
v Al Qur’an memiliki nilai sastra yang sangat tinggi sehingga menjadikan orang yang membacanya dan direnungi maknanya akan menjadikan bergetar hatinya dan sangat merasakan akan keagungan firman Allah dan keagungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
v Al Qur’an menjauhkan manusia dari segala macam perbuatan kemaksiatan dan menjadikan manusia yang hidup penuh dengan ketaatan dan pengabdian kepada Allah Tabaraka Wa Ta’ala.
v Al Qur’an dapat menjadikan bahkan menambah keimanan seseorang menjadi lebih tunduk dan patuh kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Begitulah beberapa pengaruh al Qur’an kepada kaum muslimin yang membacanya. Tapi yang seharusnya kita lakukan adalah dengan banyak membaca al Qur’an tersebut, mentadabburi / merenungi maknanya, serta mengamalkan segala sesuatu yang ada di dalamnya. Jika hal itu dapat kita lakukan maka kita aka menjadi muslim yang mempunyaiiman yang sangat kuat.. Wallahu a’lam bish showab.
Ditulis oleh : tukang bangunan, cari ilmu, dunia akherat.
Kritik dan saran anda sangat dibutuhkan.
Surabaya, 25 Desember 2011 (12.22). disiang hari yang baru saja mendung.
Goresan tinta seorang thalibul ‘ilmi.






0 komentar:
Post a Comment