Saturday, 14 January 2012

Kekeliruan Konsep PENEBUSAN DOSA

KRISTOLOGI  ANTI PEMURTADAN
Oleh:
Yakobus ST


Kekeliruan Konsep

1.DOSA WARIS
2.KESELAMATAN MELALUI PENYALIBAN YESUS
3.PENEBUSAN DOSA




LANJUTAN…………………………………

TULISAN III

KEKELIRUAN KONSEP PENEBUSAN DOSA


SESUNGGUHNYA
Didalam agama Kristen terdapat konsep “Penebusan Dosa” yang menyatakan

BAHWA
Yesus mengalami hukuman untuk menebus dosa waris dan dosa-dosa manusia lainnya dengan kematiannya di tiang salib.

DAN
Dalam konsep tersebut mempunyai dua pemahaman, yaitu tentang

  • Keadilan Tuhan (Allah)
-              Dimana Tuhan (Allah) menuntut agar suatu harga (imbalan) harus dibayar untuk menebus dosa waris dan dosa-dosa manusia lainnya
-              Karena apabila mengampuni dosa seseorang tanpa hukuman, berarti Tuhan (Allah) mengingkari keadilanNya.
-              Seperti yang dikatakan oleh Rev (Pendeta) W. Goldsack

  • “Kiranya sudah jelas bagi semua orang seperti cahaya disiang hari bahwa Tuhan (Allah) tidak dapat melanggar hukumnya sendiri. Dia tidak dapat mengampuni seseorang yang berbuat dosa tanpa terlebih dahulu menjatuhkan hukuman yang setimpal kepadanya sebab bila Dia melakukan hal itu, lantas siapakah yang akan menyebutNya adil ?”

Penebusan dosa dengan darah
-              Dimana penebusan (keselamatan) tidak dapat diperoleh tanpa kepercayaan terhadap kekuatan darah Yesus yang memberi keselamatan itu.
-              Seperti yang dapat kita baca dalam Surat Pertama Santo Paulus

  • “Sebab mengetahui bahwa kamu sudah ditebus dari pada kehilafanmu yang sia-sia, yang turun-temurun daripada nenek moyangmu, bukan dengan barang yang akan binasa, sempurna dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mulia, yang seperti darah anak domba yang tidak bercela dan tidak bercacad, yaitu darah Kristus.”(1 Petrus 1 : 18, 19)

-              Dan juga pendapat dua orang apologis Kristen moderen

W.H Turton dari kalangan Protestan
“Sekarang kami lanjutkan dengan doktrin Penebusan Dosa yang menyatakan bahwa kematian Yesus dalam pengertian tertentu, merupakan pengorbanan penebusan dosa, dan karena itu merekomendasikan (atau menjadikan”menyatunya”) Tuhan Bapa dan manusia yang berdosa. Dan meskipun sebenarnya tidak dinyatakan dalam ajaran-ajaran Kristen, ia diartikan dalam kata-kata :”di salib untuk kita juga” dan “yang menderita untuk menyelamatkan kita”.
(The Truth of Christianity hal 289)

J. F. De Groot dari kalangan Katholik
“Karena Kristus, Tuhan (Allah) dan manusia, telah mengambil alih dosa-dosa kita (dengan kematiannya di tiang salib) untuk mengampuni dosa-dosa itu dengan memenuhi keadilan Tuhan (Allah) yang dilanggar itu, maka Ia menjadi penghubung antara Tuhan (Allah) dan manusia”.(Catholic Teaching hal 162)

PEMBAHASAN

TENTANG KEADILAN TUHAN (ALLAH) YANG MENUNTUT IMBALAN 
Sesungguhnya pandangan tersebut benar-benar menunjukkan ketidak tahuan terhadap hakekat Tuhan (Allah)

  • Karena Tuhan (Allah) bukan hanya sekedar Hakim atau Raja.
  •  
  • Tetapi dia adalah “Penguasa Hari Pengadilan di hari Kiamat” jadi Dia tidak hanya adil tetapi juga Maha Pemurah dan Maha Pengampun.
  •  
  • Maka bila Dia mendapatkan sejumlah kebajikan dalam diri seseorang atau melihat dia benar-benar bertaubat dengan upaya keras menaklukkan kecenderungan jahat dalam dirinya.
  •  
  • Dia pun bisa mengampuni kekhilafan-kekhilafan dan dosa-dosanya sama sekali
  •  
  • Dan bila kita lihat secara sepintas bisa disebut sebagai pelanggaran terahadap keadilanNya.
  •  
  • Tetapi sesungguhnya lebih dari itu, karena satu-satunya motif yang benar untuk menjatuhkan hukuman adalah memeriksa kejahatan dan memperbaiki orang yang berbuat jahat itu.
  •  
  • Jadi kalau menghukum orang karena dosa-dosanya yang lalu, meskipun setelah dia bertaubat dan memperbaiki dirinya, bukanlah tanda keadilan, tetapi ada indikasi balas dendam.
  •  
  • Karena Tuhan (Allah) yang kita sembah (Sang Pencipta dan Pemelihara alam Semesta) adalah Tuhan yang Maha Mencintai dan Maha Pemurah.
  •  
  • Maka bila Dia menetapkan hukum, pandangan hidup, dan menuntut kepatuhan (manusia), hal tersebut tidak dimaksudkan untuk memenuhi kepentinganNya sendiri, melainkan untuk kebaikan umat manusia itu sendiri.
  •  
  • Dan bila Dia menghukum manusia atas kesalahan-kesalahan dan dosa-dosanya, hal tersebut tidak dimaksudkan untuk kepuasan diriNya atau sebagai imbalan, melainkan untuk memeriksa kejahatan dan membersihkan orang yang berbuat dosa itu.
  •  
  • Jadi mereka merupakan semacam rumah sakit, dimana orang-orang yang mengidap penyakit spiritual disembuhkan melalui api yang menyakitkan dan menimbulkan kepedihan.
  •  
  • Tetapi bagi orang-orang yang berusaha keras melakukan kebaikan dan secara sungguh-sungguh bertaubat, akan mendapatkan bahwa Allah siap mengampuni kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa mereka, tanpa menuntut imbalan apapun dari mereka atau pun dari orang lain.
  •  
  • Dan bukankah hal tersebut seperti yang dinyatakan oleh nabi Yekerkiel dan yang diajarkan oleh Yesus dalam bentuk kisah-kisah yang indah, mengenahi domba yang tersesat, uang logam yang hilang, dan anak laki-laki yang pemboros ?
  •  
  • Jadi, ampunan kepada orang yang berbuat dosa setelah menjatuhkan hukuman kepadanya atau kepada orang lain atas namanya, sama sekali bukan ampunan.
  •  
  • Karena Tuhan (Allah) dapat dan benar-benar mengampuni kesalahan-kesalan dan dosa-dosa orang-orang yang telah bertobat atas dosa-dosa mereka dan dilihatnya memiliki kebaikan dan memperbaiki diri mereka sendiri tanpa menjatuhkan hukuman kepada mereka atau kepada orang lain atas namanya, hal tersebut tidaklah bertentangan dengan keadilan Tuhan (Allah).

  • Dan hal tersebut merupakan ampunan dalam arti yang sebenar-benarnya seperti dalam ajaran Al-Qur’an.

  • “Katakanlah hai Muahmmad “Hai hamba-hambaku yang (mengarjakan sesuatau yang) melampui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa seluruhnya. Sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepadaNya sebelum datang siksa kepadamu (dan) kamu tidak tertolong (lagi)”.(Az Zumar . 39 : 53, 54)

  • “Dan barang siapa melakukan kejahatan atau menganiaya dirinya sendiri kemudian memohon ampunan kepada Allah, maka niscaya dia akan mendapatkan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan barang siapa mengerjakan dosa, maka sesungguhnya dia mengerjakannya untuk (kemudaratan) dirinya sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.(An Nisa / 4 : 110, 111)

TENTANG “PENEBUSAN DOSA DENGAN DARAH”
  • Sesungguhnya degma tersebut tidak hanya mengingkari ke Maha Murahan Allah, tatapi juga ke-Maha AdilanNya
  • Karena tuntutan tebusan darah untuk mengampuni dosa-dosa manusia itu menunjukkan tidak adanya sama sekali ke Maha Murah-an Allah.

  • Dan menghukum manusia (Yesus) yang tidak bersalah karena dosa-dosa orang lain, baik atas kehendaknya sendiri maupun tidak, merupakan tindakan yang sama sekali tidak adil.

  • Jadi, walaupun para apologis Kristen berusaha membela ajaran tersebut dengan mengatakan bahwa Yesus dengan suka rela mau mengalami kematian untuk menebus dosa-dosa umat manusia, tetapi

  • Secara historis tidak benar untuk dikatakan bahwa Yesus bersedia mati atas kemauannya sendiri dan secara ikhlas untuk menebus dosa-dosa umat manusia. Karena berdasarkan Bibel sendiri membuktikan bahwa dia tidak ingin mati di tiang salib. Buktinya, ketika dia mengatakan bahwa musuh-musuhnya berupaya membunuhnya, dia mengatakan bahwa hatinya merasa sangat sedih menghadapi kematian tersebut, dan menyuruh murid-murid setianya tetap menjaga dan melindunginya dari serangan musuh-musuhnya dan dia berdoa kepada Allah. (Markus 14 : 36)

  • Tidak dapat meyakinkan, bagaimana penderitaan dan kematian seseorang dapat menghapuskan dosa-dosa orang lain. Bahkan nyaris seperti halnya seorang dokter yang menghancurkan kepalanya sendiri untuk menyembuhkan sakit kepala yang diderita oleh pasien-pasiennya. Jadi gagasan pengorbanan pengganti atau pengorbanan suci adalah tidak logis, tidak bermakna, dan tidak adil sama sekali.

  • Gagasan penumpahan darah untuk meredakan murka Tuhan (Allah) yang terserap dalam ajaran Kristen adalah khayalan manusia primitif tentang Tuhan sebagai makhluk jahat yang sangat kuat. Jadi sama sekali tidak terlihat adaha Mencintai. Dr. Cruden, tokoh pemikir yang sangat terkenal, mempunyai keyakinan bahwa demi terpenuhinya tujuan pengorbanan “Kristus mengalami rasa sakit luar biasa (hingga meninggalnya) yang justru dilakukan oleh Tuhan (Allah) dan ini tentu saja merupakan pandangan yang melukai alam pikiran moderen yang bisa diistilahkan sebagai doktrin terselubung, yang bukan tanpa hubungan dengan kecenderungan-kecenderungan sadistik manusia primitif sebenarnya, doktrin itu berasal dari ajaran kafir (paganisme) yang sangat boleh jadi merupakan sisa kekafiran yang paling jelas dalam Agama (Kristen) itu”.(The Paganime in Our Christianity)

  • Dan Robert W. Funk
  • Salah seorang pakat Alkitab dalam bukunya “Homes to Jesus” hal 312 berkomentar

  • “ Kita harus menghapus tentang ajaran penebusan dosa dengan darah. Penebusan dosa dalam pengertian populer ini, didasarkan pada mitos yang sudah usang dan tidak dapat dipertahankan. Bahwa Tuhan menginginkan pengorbanan dengan kematian. Yesus tidak pernah menyatakan bahwa Tuhan telah menyandera umat manusia, sampai seseorang harus mati untuk menebusnya”.

DENGAN DEMIKIAN
Pola keselamatan atau penebusan dosa dalam ajaran Kristen tidak hanya tidak beralasan secara moral maupun rasional, tetapi juga tidak didukung oleh kata-kata Yesus sendiri.

DAN
Memang Yesus bisa dikatakan telah mengalami penderitaan karena dosa-dosa manusia.

Dalam arti untuk mengangkat mereka dari kegelapan ke alam terang, dia dimarahi dan disiksa oleh para pelaku kejahatan.

Jadi tidak dapat diartikan bahwa kematiannya merupakan penebusan atas dosa-dosa orang lain.

Apalgi hanya bagi orang-orang yang percaya kepada darahnya sajalah yang akan diampuni

KARENA
Kedatangan Yesus memang untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa-dosa

Tetapi dengan ajaran dan teladan hidupnya yang baik.

Bukan dengan membiarkan dirinya mati di tiang salib.
Apalagi untuk menebus dosa-dosa orang lain dengan cara mencurahkan darahnya sebagai pengorbanan, untuk menebus dosa-dosa mereka.

BUKTINYA
Ketika ada seorang pemuda yang datang dan menanyakan kepada Yesus :
“Wahai pemimpin yang baik, apakah yang harus saya perbuat agar saya dapat mewarisi kehidupan yang abadi ?”

Ternyata beliu tidak menyatakan apa-apa mengenai pengorbanan dirinya untuk menebus dosa dan megenai kekuatan darahnya untuk menyelamatkan.
Tetapi hanya menjawab :
“Apakah sebabnya engkau bertanya kepadaku dari hal kebajikan, ada satu yang baik. Tetapi jika engkau mau masuk kepada hidup, ikutilah hukum-hukum itu.”
(Matius 19 : 17)

Catatan :
  • Kata “ikutilah, hukum-hukum itu” lah menurut       Yesus sebagai jalan menuju kepada kehidupan abadi (sorga).
  • Jadi keselamatan hanya bisa diperoleh dengan cara beriman kepada Tuhan (Allah).
  • Serta menghindari perbuatan-perbuatan yang       buruk dan melakukan perbuatan-perbuatan yang baik.
  • Dan tidak mengakui Yesus sebagai juru selamat dan percaya kepada darahnya sebagai penebus dosa.

DAN
  • Perbuatan dosa manusia, sesunggahnya tidak menyusahkan Tuhan (Allah), tetapi justru menyusahkan pembuat dosa itu sendiri.
  • Maka noda dosa pada jiwa seseorang dapat dihilangkan bukan dengan penderitaan atau kematian orang lain, baik atas kehendak sendiri ataupun tidak.
  • Tetapi dengan taubat kita sendiri, yaitu dengan meninggalakan kejahatan dan melakukan kebaikan.

DAN
Islam menentang dogma penebusan dosa

KARENA
  • Ajaran Islam mengatakan bahwa ampunan terhadap dosa, tidak dapat diperoleh dengan  penderitaan dan pengorbanan oknum lain manapun.
  • Melainkan dengan rahmat Tuhan (Allah) dan upaya kita sendiri secara sungguh-sungguh.
  • Dan dengan tekad kuat untuk menerangi kejahatan dan melakukan kebaikan.

SEBAGAIMANA
Ayat-ayat Al-Quran yang antara lain menyataka bahwa
  • Seseorang tidak akan memikul dosa orang lain, seseorang tidak memperoleh apapun selain yang diusahakannya & segala usahanya akan dipertunjukkan kepadanya.(An Najm/53 : 38-40)
  • Kebaikan seseorang  untuk dirinya sendiri, siapa yang tersesat akan merugi bagi dirinya sendiri, dan orang yang berdosa tidak memikul dosa orang lain.(Al Isra’/ 17 : 15)
  • Bagi seseorang yang menyerahkan diri kepada Allah dan berbuat baik, akan mendapat pahala dariNya, dan tidak akan merasa khawatir dan sedih.(Al Baqarah / 2 : 112)

DAN
  • Dengan demikian setiap orang yang netral dan obyektif, dapat melihat dengan mudah, bahwa
  • Jalan yang paling masuk akal untuk menuju keselamatan adalah iman kepada Allah dan kepatuhan kepadaNya.
  • Konsep rekaan tentang penebusan dosa melalui penyaliban tidak mampu meyakinkan manusia yang jujur dan obyektif.
  • Allah tidak memerlukan penyaliban Yesus, sementara Yesus sendiri tidak layak disalib, manusiapun tidak akan terselamatkan oleh penyaliban Yesus.
  • Tuhan (Allah) tidak memerlukan imbalan untuk mengampuni orang yang berdosa.
  • Gagasan tentang pengorbanan untuk meredam kemurkaan Tuhan (Allah) adalah tidak adil dan kejam.

KESIMPULAN
Doktrin dosa waris tidak memiliki dasar, baik rasional maupun Alkitab (Bibel).

KARENA
  • Dosa berada diluar kerja gen maupaun hukum genetik Mendell, dan teks Injil pun menolah dosa waris
  • Karena tidak ada seorang nabi pun yang pernah mengajarkannya
  • Dan semua nabi menekankan adanya tanggung jawab individu atas semua ucapan dan perbuatannya.

DAN
  • Dosa waris juga tidak kelihatan sama sekali didalam Perjanjian Lama
  • Karena manusia memang bisa saja berbuat dosa, tetapi mampu pula untuk menghindarinya.
  • Dan manusia mampu menyelamatkan dirinya sendiri.

JADI
  • Kepercayaan Kristen yang aneh-aneh itu adalah tambahan yang muncul kemudian, yang direka-reka setelah Yesus tiada, sehingga ajaran Yesus secara drastis berbeda dengan ajaran Kristen menurut Gereja.

Iman Islam lebih berharga dari harta dunia sekalipun, disisi Allah”

Acuan
1.         Islam dan Kristen dalam Perspektif Ilmu            Perbandingan Agama (Ulfat ‘Azizus Samad)
2.         Islam dan Kebenaran Yesus (Muhammad Ali Al Khuli)
3.         The Choice – dialog Islam Kristen(Ahmed Derdat)
4.         Kata Yesus tentang Babi(Drs. H. S. Munir SKM.MPH)


Sumber : Kumpulan catatan Ust. Kodiran Salim

0 komentar:

Post a Comment